Kunjungan Kerja Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat ke Majalaya, Kabupaten Bandung
Di Posting Oleh : HUMAS BAPPEDA JABAR, Tanggal : 02 Mar 2015 14:00 , Dilihat Sebanyak : 121 Kali

Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat, Prof. Deny Juanda Puradimaja, DEA beserta dengan rombongan yakni Sekretaris, Linda Al Amin, ST., MT, dan para Kepala Bidang melakukan kunjungan kerja ke Majalaya, Kabupaten Bandung. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk meninjau pembangunan jalan tembus Kamojang, Sabtu, 28 Februari 2015, kemarin.

Rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 10 pagi. Perjalanan yang ditempuh cukup jauh dan harus melewati jalan-jalan rusak dan terjal. Setibanya disana, Kepala Bappeda, beserta rombongan bertemu dengan pihak dari Dinas Bina Marga, Pemerintah Kabupaten Bandung, Perhutani, dan PT. Adhi Karya (Persero), Tbk.

Tekad Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang akan membangun jalan yang menghubungkan Garut – Majalaya, Kabupaten Bandung ini harus segera terealisasi. Keadaan jalan rusak yang berada di wilayah tersebut sangat rusak parah, tepatnya di kawasan Tanjakan Monteng kondisinya hancur sehingga membahayakan para pengguna jalan. Banyak pengendara sepeda motor yang mengalami kecelakaan dan banyak kendaraan tak bisa naik di Tanjakan Monteng karena jalannya berlubang-lubang, sehingga perlu bantuan pemerintah provinsi untuk memperbaiki jalan ini.

Menurut penuturan dari Dinas Bina Marga selaku pemilik proyek, paket pembangunan Jalan Tembus Kamojang yaitu proyek pembangunan jalan dan jembatan. Ada rencana minta bantuan untuk jalan eksisting, sudah menyiapkan lahan-lahannya, tinggal minta bantuan pelebaran jalannya ke provinsi. Skema penanganan yang telah dilakukan adalah pembebasan lokasi jembatan yang merupakan tanah milik warga setempat sudah beres, kemudian lokasi untuk badan jalan juga sudah beres. Kendala saat ini tersendat oleh lokasi badan jalan milik Perhutani yang masih menunggu ijin, sehingga belum bisa dilakukan penanganan selanjutnya.

“Selama pembangunan jalan masih bisa dipenuhi, kita penuhi. Ini merupakan salah satu solusi Monteng. Jadi, nanti akan ada pembukaan dua jalur yang menghubungkan Bandung dengan Garut melalui Majalaya ini, bisa juga dengan sistem buka tutup jalur, tutur Prof Deny.

Dikatakannya, jalur ini juga harus dikembangkan potensi wisatanya, karena memang wisata alamnya sangat bagus untuk dijadikan jalur wisata. Sehingga nantinya pembangunan jalan baru ini juga akan mengurangi kecuraman Tanjakan Cukang moteng.

Untuk itu, ditambahkan, Pihak PT. Adhi Karya (Persero) selaku penyedia jasa, Tbk mengatakan, dengan dibukanya jalur itu, diharapkan masyarakat tidak kesulitan melintasi tanjakan terjal Cukang Monteng. Pihaknya juga terus mendorong pembangunan jalan Bandung mengarah Garut via Kamojang karena daerah tersebut potensial untuk pengembangan wisata alamnya. Ini juga merupakan salah satu jalur alternatif dari Kabupaten Bandung menuju wilayah Kabupaten Garut.

Diakhir, Kepala Bappeda menegaskan bahwa, semua proyek pembangunan harus tertib administrasi. Semuanya harus masuk ke RKPD Online atau SMS Jabar Membangun. Adakan pertemuan di Bappeda, pihak-pihak yang bersangkutan harus menyertakan gambar desain pembangunan jalannya.

Perjalanan selanjutnya dilanjutkan menuju Desa Cipeujeuh, Kabupaten Bandung, untuk meninjau lokasi pembuatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Ini merupakan proyek Diskimrum, ada sekitar 163 SR. Program yang akan dibuat adalah MCK Komunal untuk rumah-rumah yang tidak memiliki MCK, saat ini baru dibuat 1 MCK Komunal dengan 4 Kamar mandi yang ada disekitar rumah warga. “Baru ada sedikit MCK Komunal, sehingga harus dimaksimalkan pembangunannya,” ujar Prof. Deny.