Kunjungan Kerja Kepala Bappeda Jabar Ke Ranca Buaya
Di Posting Oleh : HUMAS BAPPEDA JABAR, Tanggal : 21 Feb 2015 15:32 , Dilihat Sebanyak : 19 Kali

Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat (Jabar) Prof. Dr. Ir. Denny Juanda Pura Dimaja, DEA melakukan kunjungan kerja ke Ranca Buaya dan Santolo di Kabupaten Garut (21/02). Kunjungan kerja Prof. Denny bersama rombongan ini dalam rangka monitoring program pembangunan Daerah di Jabar bagian Selatan.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Denny beserta rombongan didampingi oleh Kepala Bappeda Kabupaten Garut Ir H. Widiyana, CES. Sementara para pejabat Bappeda Provinsi yang hadir adalah Sekretaris Bappeda Jabar LindaAl Amin, ST.,MT, Kepala Bidang (Kabid) Ekonomi, Ahmad Ade Hadeansyah; Kabid Sosial Budaya, H. Edy Wahyudi; Kabid Pendanaan Pembangunan, Imam Solihin; dan Kepala Subbagian Kepegawaian dan Umum, H. E. Agus Ismail.

Kunjungan tersebut berkaitan dengan pembangungan Jabar bagian Selatan yakni membuat tiga pusat pertumbuhan di Jabar Selatan; Pusat Pertumbuhan Pangandaran, Pusat Pertumbuhan Ranca Buaya dan Pusat Pertumbuhan Palabuhan Ratu.

Tempat yang dikunjungi pertama adalah pembangunan Tugu perbatasan antara Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut, tepatnya di Kampung Cukul. Prof. Denny beserta rombongan tiba disana sekitar pukul 09.00. Dari Tugu perbatasan perjalanan dilanjutkan menuju lokasi pembangunan Rest Area, tepatnya di Kampung Lolongokan.

Ir H. Widiyana,Kepala Bappeda Kabupaten Garut menjelaskan, pihaknya telah mendapatekan bantuan dana dari Gubernur Jabar sebesar 1 M. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan Rest Area dijalur menuju pantai Ranca Buaya. Pada Tahun 2015 ini, proses pembangunan Rest Area tersebut baru sampai pada penyusunan RKA” tuturnya.

Menurut Prof. Denny, Jabar memiliki tanah sekitar 10 ha di Kampung Purbayani Kec. Caringin (dekat bibir pantai). Tanah tersebut rencananya akan dibuat kawasan pariwisata, dan Provinsi Jabar akan membeli lagi lahan untuk area pusat pertumbuhan perintis selebar 10 ha. Diharapkan nanti di dalam pusat pertumbuhan perintis itu ada Pemerintahannya, ada sekolahnya, dan fasilitas kesehatan yang suatu saat akan menjadi kota.

Prof. Denny berharap, agar masyarakat disana bekerja. Pendekatan untuk peningkatan daya beli itu harus melalui pendekatan masyarakat bekerja. Masyarakat disanan jangan meminta dan jangan fasip. Oleh karena itu masyarakat harus sekolah, dan jangan takut karna di Jabar maupun Kabupaten/Kota hampir tidak ada yang tidak perhatian kepada pendidikan dan kesehatan, mulai dari SD-SMP-SMA sampai Perguruan Tinggi. Beasiswa banyak mau dari Nasional, Provinsi, Maupun Kabupaten/Kota, yang penting sekarang masyarakat disini harus berubah menjadi terpelajar (generasi Iptek) seperti yang tertuang dalam 5 nilai luhur dan 7 karakter sebagai salah satu rencana besar pembangunan manusia di Jabar” tuturnya. (Rizal)