Konsultasi RKPD Kabupaten Bogor ke Bappeda Provinsi Jawa Barat
Di Posting Oleh : HUMAS BAPPEDA JABAR, Tanggal : 19 May 2014 01:41 , Dilihat Sebanyak : 48 Kali

Senin, 19 Mei 2014 Bappeda Provinsi Jawa Barat menerima kunjungan Pemerintah/Bappeda Kab. Bogor di Ruang Sidang B pada pukul 13.30 WIB. Agenda tersebut dipimpin oleh sekretaris Bappeda Jabar Ir. H. Husain Achmad, MM, dan didampingi oleh Kepala Sub. Bagian Perencanaan dan Program Ir. Yuke Mauliani S, M.Si.

Maksud dan tujuan kunjungan Pemerintah Kab. Bogor ini adalah untuk meminta masukan dari Bappeda Jabar terkait penyusunan RKPD, apa saja yang harus diupayakan agar Kab. Bogor bisa lebih maju dari sebelumnya sesuai dengan Visi dan Misi menciptakan Kab. Bogor menjadi termaju di Provinsi Jabar sekaligus agar bisa meraih anugrah pangripta diTahun berikutnya.

Pada pembukaan acara, Sekretaris Bappeda Jabar memberikan pernyataan bahwa “Kalau kita berbicara produk perencanaan, RPJMD Daerah harus sinergi dengen RPJMD Provinsi, kemudian program-program tahunan yang diterjemahkan Daerah harus sinergi dengan Provinsi, sehingga hal-hal yang tercantum didalam RKPD Provinsi Jabar 2015 yang menyangkut Kab. Bogor, baiknya ada terusannya di RKPD Kab. Bogor. Disamping isu strategis yang ada di Provinsi,  penerjemahan janji Gubernur juga bisa disinergikan” tuturnya.

Sekretaris menambahkan, bahwa Pemerintah Kab. Bogor harus mampu menerjemahkan Visi tersebut, kata “termaju” bisa diterjemahkan kedalam prioritas program yang nantinya akan membuat Kab. Bogor berbeda dengan Daerah yang lain”. Seperti Bappeda Provinsi Jawa Barat yang mempunyai keinginan dan sedang mengupayakan untuk membuat Jabar mempunyai lima nilai-nilai luhur yakni : jujur dan konsisten, tangguh dan disiplin, kepeloporan dan keteladanan, ramah dan bijaksana, kebersamaan dan kesetaraan serta tujuh karakter yakni : sehat, cerdas dan cermat, produktif dan berdaya saing tinggi, mandiri dan pandai mengatur diri, berdaya tahan tinggi dalam persaingan, pandai membangun jejaring dan persahabatan  global, berintegritas tinggi, bermartabat.

Untuk meraih anugrah pangripta, ada beberapa bahan penilaian seperti : Untuk tahap 1, terdapat aspek keterkaitan, konsistensi, kelengkapan dan pendalaman, serta keterukuran. Tahap 2 diantaranya proses perencanaan dari bawah (bottom-up), proses perencanaan dariatas (up-bottom), proses perencanaan teknokratik, dan proses perencanaan politik. Sedangkan tahap 3, selain aspek yang tadi disebutkan, tahap ini mengedepankanaspek presentasi dan wawancara. Namun ada tambahan penilain yakni  dilihat dari inovasi, contoh inovasi Jabar diantaranya : (1) RKPD Online, dimana semua lapisan masyarakat (pemerintah, dunia usaha, akademis, komunitas/umum) bisa mengusulkan program kegiatan, (2) Sistem KM 0 Proo Poor, yang pada penilaian pangripta menjadi juara pertama.Pada intinya disamping aturan dijalankan, namun inovasi atau ide baru tetap harus diciptakan.