Kinerja Ekspor Jawa Barat Nyaris Tembus Rp300 Triliun
Di Posting Oleh : bappeda jabar humas, Tanggal : 03 Nov 2017 14:48 , Dilihat Sebanyak : 130 Kali

BANDUNG – Kinerja ekspor Jawa Barat (Jabar) selama sembilan bulan terakhir tembus Rp290 triliun. Sektor tertinggi penyumbang ekspor Jabar yaitu kendaraan bermotor dan bagiannya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat mencatat, kinerja ekspor Jabar periode Januari-September tumbuh 14%. Nilai ekspor tertinggi sektor non-migas pada Agustus 2017 yang mencapai Rp37,8 triliun dan terendah pada Juni 2017 yang hanya sekitar Rp25,6 triliun.

Tingginya kinerja ekspor Jabar hingga September 2017 didorong sektor non-migas dengan nilai USD21,3 miliar atau sekitar Rp287 triliun. Sisanya, sektor migas USD182 juta, minyak mentah USD43 juta, dan hasil minyak USD138,8 juta.

“Untuk angka komulatif Januari-September, kelompok kendaraan dan bagiannya menunjukkan pertumbuhan tertinggi hingga 135%,” kata Kepala BPJ Jabar Dody Herlando di Bandung, Kamis (2/11/2017).

Dari puluhan item golongan produk yang diekspor, beberapa golongan menunjukkan kinerja tertinggi yang menyumbang ekspor Jabar. Yaitu kendaraan dan bagiannya sebesar USD3,3 miliar, disusul ekspor mesin/peralatan listrik sebesar USD3,06 miliar. Sumbangan golongan lainnya seperti mesin-mesin/pesawat mekanik USD2,25 miliar, dan barang rajutan USD1,6 miliar.

Sementara, kelompok yang konsisten menurun kinerja ekspor Jabar adalah filamen buatan, karet, dan barang karet, pakaian jadi bukan rajutan, dan alas kaki. Sedangkan yang tetap tumbuh positif adalah ekspor kertas dan karton.

Secara year on year (yoy), total ekspor ke ASEAN maupun 13 negara utama tumbuh positif 3,30%, sedangkan ke negara Uni Eropa turun 2,57%. “Kontribusi dari nilai ekspor 13 negara mitra utama mencapai 61,29% terhadap total nilai ekspor non-migas Jabar. Sedangkan ASEAN menyerap 25,21%,” imbuh Dody. (Arif Budianto)