Kepala Bappeda Jabar Ikuti Pameran Inovasi Diklat PIM-1 di Jakarta
Di Posting Oleh : bappeda jabar humas, Tanggal : 30 Nov 2017 13:24 , Dilihat Sebanyak : 119 Kali

Jakarta, Bappeda Jabar.- Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Adi Suryanto, membuka secara resmi Pameran Inovasi Diklat PIM-I angkatan XXXVII Tahun 2017 di Graha Makarti Bhakti Nagari, Jakarta, Rabu (29/9).

Pameran ini menyajikan stand yang menampilkan hasil proyek perubahan peserta diklat, yang diikuti para Pejabat Tinggi Pratama dan Pejabat Tinggi Madya di Kementerian/Lembaga serta Polri dari berbagai daerah di Indonesia.

“Salut buat para peserta yang sangat luar biasa menampilkan hasil proyek perubahan dengan khas dari masing-masing daerah. Ini merupakan bukti, Indonesia memiliki beragam budaya yang sangat menarik,” ujar Adi Suryanto.

Apresiasi juga ia sampaikan untuk para peserta yang langsung menjadi pemandu stand. Biasanya, lanjut Adi, yang menjadi pemandu stand adalah staf, namun sekarang dipandu peserta adalah pejabat di masing-masing kementerian/lembaga dan Polri.

Dalam pameran inovasi Diklat PIM-I ini, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Barat, Yerry Yanuar, yang juga sebagai peserta diklat turut memamerkan hasil proyek perubahan yang bertajuk “Percepatan Penanggulangan Kemiskinan di Jawa Barat.”

Banyak para pengunjung yang datang untuk sekedar bertanya dan berdiskusi langsung berkenaan dengan konsep dan tujuan dilaksanakannya proyek perubahan ini. Bahkan Kepala LAN RI juga tutut mengunjungi stand Kepala Bappeda Jabar.

Melalui Program Rumah Harapan Hidup Sejahtera (RHHS), Yerry ingin membangun semacam rumah klinik yang dapat  menampung keluhan dan laporan bagi keluarga miskin di tingkat desa, untuk berkonsultasi sekaligus diverifikasi oleh petugas agar segera  mendapatkan respon cepat  dalam penangannanya. 

“Untuk mengkomunikasikannya, kami membangun sebuah sistem yang dinamakan Rumah Jabar-Net Pro Poor. Sebuah aplikasi berbasis data yang dapat memberikan informasi mengenai penduduk miskin disuatu daerah secara realtime dan terintegrasi, sehingga kedepannya organisasi perangkat di setiap daerah tidak akan kesulitan lagi membuat program berkenaan dengan penanggulangan kemiskinan,” ujar Yerry.

Lebih lanjut diungkapkan Yerry, Program Percepatan Penanggulangan Kemiskinan ini sudah diatur melalui Pergub No.42 th 2017 dan ditetapkan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan pada 14 November 2017. Selain itu, program ini juga sudah mendapatkan penghargaan pada acara Launching Indeks Presepsi Inovasi Pelayanan Publik (IPIPP) dan Forum Replikasi Inovasi yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia pada 16 November 2017, di Jakarta.

Pameran berlangsung sejak jam 09.00 – 13.00 WIB, dihadiri ratusan pengunjung dari berbagai daerah. Setiap stand pameran disajikan sesuai dengan ciri khas masing-masing daerah. Acara semakin meriah dengan adanya souvenir menarik yang diberikan kepada setiap pengunjungnya.