Kepala Bappeda Bahas Kawasan Segitiga Emas Rebana di Kickoff Meeting Kementerian PUPR
Di Posting Oleh : bappeda jabar humas, Tanggal : 15 May 2019 10:04 , Dilihat Sebanyak : 233 Kali

JAKARTA, BAPPEDA JABAR —Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat M. Taufiq Budi Santoso menjadi narasumber Kickoff Meeting Pengembangan Aerotropolis New Yogyakarta International Airport (D.I. Yogyakarta) dan Kertajati International Airport (Jawa Barat) di Century Park Hotel, Selasa (14/05).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kemeterian PUPR melalui Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Pusat Pengembangan Kawasan Perkotaan dalam rangka memadukan perencanaan dan sinkronisasi program pembangunan khsusunya infrastruktur PUPUR yang sinergis antar sektor, antar wilayah dan antar tingkat pemerintah.

Kepala Bappeda menjelaskan kawasan Segitiga Emas Rebana (Cirebon, Patimban, Kertajati) akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur Jawa Barat dengan didukung 3 konektivitas wilayah yaitu Pelabuhan Patimban di Subang, Bandara Kertajati di Majalengka, dan Pelabuhan Cirebon.

Pada kawasan tersebut akan dibangun 10 Kawasan Industri dan Kota Baru, 6.857 Perusahaan, 13 Sektor, 38.352 Hektar lahan Perumahan, dan 3.39 Juta Penduduk. Selain itu, manfaat dari pembangunan tersebut akan menghasilkan sumber daya listrik, air, Pusat data dan keamanan, peluang kawasan ekonomi khusus, dan perizinan/lisensi.

Taufiq BS memastikan segitiga emas Rebana sudah dalam tahap sosialisasi pada kabupaten/kota di kawasan tersebut. “Supaya kolaborasi dengan kabupaten/kota, nanti kita menyusun konsep pengembangan yang lebih matang karena harus sesuai tata ruang kabupaten/kota,” ujarnya.

Dari hasil analisa sementara di 3 wilayah tersebut ada setidaknya 10 calon lokasi yang dari aspek tata ruang memiliki kesesuaian seperti berada di luar kawasan sawah dan hutan lindung. 10 calon lokasi ini di RTRW daerah diperuntukan untuk kota baru dan permukiman pedesaan. “Ini coba kita identifikasi termasuk pemukiman perkotaan,” ujarnya.

Sementara yang di Aerocity Kertajati paling tidak sudah disiapkan 3.480 hektar ditambah dengan perencanaan sebelumnya yang mencapai 9.600 hektar.  Terkait badan pengelola, pihaknya juga mengkaji kemungkinan ada badan otoritas khusus yang menghela kawasan ini.

Melalui kegiatan ini, Kepala Bappeda berharap kedepannya Bandara Kertajati juga dapat menjadi sumber konektivitas yang mampu menghasilkan manfaat besar di kawasan Segitiga Rebana (Cirebon, Patimban, Kertajati) untuk kemajuan Jawa Barat baik secara ekonomi, pariwisata, maupun konektivitas.

Menurut Taufiq, Bandara Kertajati merupakan aset provinsi yang bermanfaat untuk kepentingan nasional. Pembangunan kawasan BIJB merupakan inisiatif derah, saat ini tinggal mengoptimalkan fungsinya melalui kolaborasi antara Pemerintah Pusat, Daerah dan BUMD.