Kejar Target 80 Persen Partisipasi Pemilu, Pemprov Jabar Gelar Sayembara Unik
Di Posting Oleh : bappeda jabar humas, Tanggal : 16 Apr 2019 21:46 , Dilihat Sebanyak : 63 Kali

BANDUNG, HUMAS JABAR – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menargetkan tingkat paritisipasi pemilih Jawa Barat dalam Pemilihan Presiden dan Legislatif 2019  mencapai 80 persen.

Pada Pemilu 2014 partisipasi pemilih di Jabar mencapai 71,3 persen, dan pada Pemilihan Gubernur 2018 menurun menjadi 70,3 persen. Meski terbilang berat, Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, masih menyimpan optimisme mengingat upaya semua stakeholder sudah maksimal.

“Mudah-mudahan sekarang semangatnya lebih. Apalagi, secara nasional ada program Kelingking Fun. Jadi, tunjukkan kelingking ungu bisa diskon 50 persen. Sangat mendukung,” ujar Emil di hadapan wartawan dan warga saat acara Jabar Punya Informasi (Japri), di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (16/4/19).

Melengkapi program nasional Kelingking Fun, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menginisiasi sayembara berhadiah demi menarik perhatian pemilih untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS). Sayembara berlaku bagi penyelenggara dan pemilih.

Kategori yang disayembarakan mulai dari Dekorasi TPS Terunik dan TPS dengan Partisipasi Pemilih Tertinggi, dengan hadiah untuk masing- masing kategori Rp15 juta untuk pemenang pertama, Rp10 juta untuk pemenang kedua, dan Rp5 juta untuk pemenang ketiga.

Ada juga kategori Petugas TPS Heroik yang akan dinilai oleh wartawan yang kebetulan meliput. Hadiahnya Rp15 juta untuk pemenang pertama, Rp10 juta untuk pemenang kedua, dan Rp5 juta untuk pemenang ketiga.

“Untuk petugas TPS Terheroik karena susah verifikasinya, kami akan melihat dari versi wartawan. Biar wartawan yang menentukan mana TPS paling heroik,” kata Emil.

Untuk para pemilih juga disediakan hadiah melalui kategori Selfie di TPS dengan Pose Terunik. Syaratnya, swafoto harus bersifat netral tanpa menunjukkan dukungan terhadap salah satu calon presiden, partai politik, atau calon legislatif. Foto pun harus dilakukan di depan TPS, bukan di dalam dalam bilik suara. Hadiahnya sama, Rp15 juta untuk pemenang pertama, Rp10 juta pemenang kedua, dan Rp5 juta pemenang ketiga. .

Semua foto harus di unggah di akun Instagram masing-masing peserta dengan men-tag dan mention akun @humas_jabar , @ridwankamil dan @kpujabar selambat-lambatnya tanggal 18 April 2019. Pemenang akan diumumkan pada Mei 2019.

Kerahkan 1,2 Juta Petugas

Pada acara yang sama, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat Rifqi Ali Mubarok menyatakan, sekitar 1,2 juta petugas yang terdiri dari KPU, panwaslu dan petugas perlindungan masyarakat (linmas) dikerahkan untuk melaksanakan pemilu besok.

Rifqi mengatakan, hingga saat ini KPU Jawa Barat juga bisa memastikan untuk ketersediaan logistik Pemilu 2019 seperti surat suara untuk lima jenis pemilihan sudah diterima di tingkat kota kabupaten.

“Dan itu sudah bergeser di tingkat kecamatan dan hari ini Insya Allah akan bergeser di TPS. Jadi sudah bisa kita pastikan keberadaan surat suara sekarang sudah berada di kecamatan,” kata Rifqi.

Menurut Rifqi, di Jabar ada sekitar 33,2 juta jumlah pemilih merupakan yang terbanyak di Indonesia. Pemegang hak pilih dijadwalkan mencoblos di 138.000 TPS. Menurutnya, jumlah TPS pada Pemilu 2019 di Jawa Barat jauh lebih banyak dibandingkan TPS saat pelaksanaan Pilkada Serentak 2018.

“Karena jumlah pemilih maksimal di tiap TPS sekitar 300 pemilih dan untuk di Jawa Barat jumlah pemilih di masing-masing TPS itu rata-rata berkisar 250 pemilih,” katanya.

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu Jabar Abdullah Dahlan menyebut beban Pemilu 2019 bukan beban ringan. Hal tersebut menjadi tantangan untuk mengadirkan kualitas pemilu yang demokratis. “Bawaslu ingin memastikan bahwa seluruh komponen pemilu taat pada aturan,” katanya.

“Sejak hari tenang kami sudah imbau agar tidak ada lagi agenda kampanye dan tidak melakukan sikap di luar undang- undang,” tambah Abdullah.

Untuk menjamin kondusivitas, Bawaslu Jabar bersama pemerintah daerah patroli pengawasan selama dua hari 15 – 16 April 2019. Tujuannya untuk memastikan kesiapan menjelang hari pencoblosan 17 April 2019 nanti. “Kami membuat patroli pengawasan juga mencegah politik uang. Karena pilhan bukan untuk ditransaksikan,” kata Abdullah.