Karang Taruna Jawa Barat Serukan Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan
Di Posting Oleh : bappeda jabar humas, Tanggal : 15 May 2018 09:40 , Dilihat Sebanyak : 14 Kali

BANDUNG, PIKIRAN RAKYAT — Karang Taruna Provinsi Jawa Barat, salah satu organisasi pemuda di Jawa Barat yang terus menggeliat dengan beragam program sosial yang melibatkan masyarakat hari ini melalui salah satu program unggulannya, yakni Sekolah Orangtua (SOT), mengadakan acara Bincang Keayahan bertajuk AYAH TOTAL, 100% AYAH di Taman Film – Pasopati, Bandung. Acara yang didukung penuh oleh Harian Pikiran Rakyat (PR) dan Bandara Internasional jawa Barat (BIJB) ini menghadirkan narasumber Ayah Irwan Rinaldi – penggiat sosialisasi peran ayah dalam pengasuhan anak dan Subchan Daragana – Ketua Karang Taruna Provinsi Jawa Barat, seorang ayah dari 3 orang putri.

Acara Bincang Keayahan ini mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat. Puluhan ayah hadir bersama keluarganya, membawa serta istri dan anaknya mengisi hari libur nasional (Kenaikan Isa Al Masih) dengan kegiatan yang ramah keluarga. Subchan Daragana, yang akrab dengan panggilan Kang Gana mengungkapkan, “Acara ini diselenggarakan dengan semangat pengabdian kami kepada masyarakat. Kegiatan yang kami lakukan ini mungkin terlihat sederhana, namun sesungguhnya berkontribusi pada peradaban dan masa depan bangsa. Sebagai organisasi pemuda mengharapkan, anak-anak yang berapa di periode usia emas 0 – 15 tahun memperoleh pengasuhan yang maksimal dari orangtuanya, tak kecuali ayah. Ayah wajib berperan secara penuh dan utuh dalam perngasuhan anak bersama bundanya. Kelak, ketika anak-anak tumbuh dewasa dan memimpin negara ini, karakter yang kuat sudah tertanam, terbentuk dan terintegrasi dalam diri mereka, hingga negara ini dapat maju dan berkembang di tangan generasi yang bukan saja cerdas secara kognisi, melainkan juga berakhlak. Hal inilah yang menjadi salah satu cita-cita Karang Taruna, khususnya KT Jabar.”

Sementara itu, Ayah Irwan Rinaldi dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya menanamkan order of imaginary oleh para orangtua kepada anak-anak, terlebih pada usia 0-10 tahun. Dengan demikian ayah diharapkan senantiasa hadir dalam kehidupan permata hatinya, namun sekaligus mendapatkan porsi peran yang utuh sebagai ayah bagi anak-anaknya, bagi keluarganya. Anak akan merasakan hadirnya ayah secara utuh, baik fisik maupun psikologis, ayah pun juga dapat berperan secara penuh dalam keluarga, bukan semata sebagai pencari nafkah.

Harian PR dan BIJB yang mendukung acara ini, keduanya sepakat untuk senantiasa berupaya untuk memberikan ruang bagi sosialisasi keayahan. Kerjasama secara lebih konkrit dengan KT Jabar akan terus diupayakan agar kedua institusi dapat berperan secara lebih signifikan dalam beragam aspek kehidupan masyarakat, sehingga turut membangun Jawa Barat, termasuk Bandung menjadi kota Ramah Keluarga.

Kegiatan Bincang Keayahan juga dimeriahkan dengan rangkaian kegiatan lainnya, yaitu pameran foto bertema Ayahku Hebat, dan juga kegiatan kids corner yang antara lain di akhir acara memberikan kesempatan kepada anak-anak yang turut hadir dalam acara ini memberikan persembahan berupa karya gambar mereka kepada orangtuanya. Diharapkan di masa yang akan datang, acara serupa dapat kembali terselenggara di lingkungan masyarakat pra-sejahtera, maupun hadir di pusat simpul masyarakat lainnya.