Kadisparbud Jawa Barat: Pariwisata di Jabar Selatan Harus Dipromosikan Besar-Besaran
Di Posting Oleh : bappeda jabar humas, Tanggal : 10 Aug 2018 14:19 , Dilihat Sebanyak : 60 Kali

BANDUNG, TRIBUNJABAR.ID – Pemprov Jawa Barat melihat potensi besar pariwisata di wilayah Jawa Barat Selatan. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Ida Hernida, mengatakan, gelombang wisatawan di Jawa Barat Selatan pada musim liburan bertambah setiap tahunnya.

“Semisal di Ciletuh saja, saat libur lebaran tiga hari sudah 200 ribu pengunjung. Banyaknya memang wisatawan domestik,” ujarnya ketika ditemui di Gedung Sate, Selasa (31/7/2018).

Lokasi yang cocok dijadikan tempat menyelam dan berselancar, menjadi satu di antara alasan Geopark Ciletuh-Pelabuhan Ratu mulai banyak dikunjungi banyak wisatawan. Selain itu, penarik wisatawan berkunjung adalah adanya cara di lokasi wisata.

“Event ada, baik dilaksanakan masyarakat, komunitas, atau pemerintah kabupaten. Kalau pemerintah provinsi akan ada event di September, Oktober, dan November,” ujarnya.

Selain Ciletuh, destinasi wisata di Jawa Barat selatan yang kedatangan banyak pengunjung adalah Pantai Pangandaran. Menurut catatanya, pada libur lebaran 2018, Pantai Pangandaran dikunjungi 700 ribu wisatawan dalam empat hari. Ida juga menyampaikan akan terus mempromosikan destinasi wisata Jawa Barat selatan ke berbagai negara terutama negara potensial yang mengirim banyak wisatawan ke Indonesia. Negara potensial tersebut, di antaranya adalah Malaysia, Singapura, Tiongkok, dan India.

“Disparbud juga akan mempromosikan destinasi wisata Jawa Barat selatan secara besar-besaran,” ujarnya.

Ida Hernida mengaku sudah melaporkan data kunjungan wisata tersebut kepada Pj Gubernur Jawa Barat, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule. Dalam rapat di Gedung Sate, Selasa (31/7/2018), Ida Hernida juga sempat menyampaikan beberapa masalah yang menghambat datangnya wisatawan ke destinasi wisata di Jawa Barat selatan. Masalah semisal kemacetan di hari libur dan akhir pekan, kurangnya rumah makan, dan sampah menjadi tantangan Pemprov Jawa Barat untuk diselesaikan. (Theofilus Richard)