Kabupaten Cianjur Borong Penghargaan
Di Posting Oleh : HUMAS BAPPEDA JABAR, Tanggal : 05 Sep 2016 10:49 , Dilihat Sebanyak : 344 Kali

Cianjur, (PR).- Kabupaten Cianjur borong penghargaan saat Hari Ulang Tahun (HUT) Jawa Barat ke-71 beberapa waktu lalu. Penghargaan yang berhasil didapatkan diantaranya anugerah revitalisasi posyandu, anugerah Laporan Akuntabilitas Kinerja lnstansi Pemerintah (Lakip, anugerah desa yang mempunya kesadaran hukum (sadarkum), Juara ketiga Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) untuk Desa Sindangaya, Kecamatan Ciranjang.

Anugerah diterima langsung oleh Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar. Bagi bupati penghargaan ini menjadi kebanggan sekaligus cambuk bagi para aparutur pemerintahan dan desa dalam melaksanakan program. Anugerah hanya merupakan bonus atas penghargaan dari kerja keras semua pihak.

Sementara menurut Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMD) Yeyen Rohyandi Wargadisastra, penghargaan tersebut tidak lepas dari kinerja semua pihak. Misalnya saja, anugerah untuk revitalisasi posyandu.Tidak saja aspek peningkatan pelayanan, namun juga sumberdaya manusia yang selalu ditingkatkan kapasitasnya.

“Kami mulai nnelakukan moderenisasi posyandu. Jika dulu posyandu hanya digunakan untuk menimbang bayi dan balita. Kini fungsinya juga bisa terintegrasi, dengan melakukan berbagai kegiatan yang multifungsi sehingga memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Seperti mendirikan lembaga PAUD ataupun mengkoordinir pengelolaan sampah untuk bisa di daur ulang menjadi produk yang menghasilkan.

Begitu pentingnya keberadaan Posyandu selain fungsi dari sisi kesehatan terhadap bayi dan balita. Posyandu terus didorong memerankan fungsi lainnya seperti ekonomi dan keluarga. Posyandu juga bisa dijadikan sebagai pusat konseling keluarga sehingga keberadaan posyandu bisa dijadikan dasar untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan sejahtera,”tuturnya.

Yeyen menuturkan, hasil evaluasi terkait perkembangan Posyandu di Kabupaten Cianjur pada tahun 2015 lalu menunjukkan hasil yang cukup memuaskan. Dari total 2.840 Posyandu sekitar 211 unit atau 7,4 persen,sudah meningkat statusnya menjadi Posyandu Terintegrasi.

“Peningkatan tersebut tidak terlepas dari peran Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) posyandu dari mulai tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa sehingga kerja keras kami diapresiasi dan mendapat anugerah Revitalisasi Posyandu tingkatJabar,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan yang juga Ketua Forum Komunikasi Kader Posyandu Kabupaten Cianjur, Esih Sukaesih menuturkan kaum perempuan merupakan salah satu potensi dalam pelaksanaan pembangunan, kaum perempuan merupakan mitra kerja kaum laki-laki, sebab banyak prestasi yang diraih olah kaum perempuan khususnya di Kabupaten Cianjur.

“Nah, menjadi kader posyandu menjadi salah satu media dalam memberdayakan perempuan. Perempuan yang cerdas akan menjadi ibu andalan bagi keluarganya dan menjadi mitra bagi suaminya dalam membina keharmonisan keluarga,” katanya.

Menurut dia, tujuan pemberdayaan perempuan untuk meningkatkan SDM perempuan, agar mempunyai kemampuan, keamanan, guna kemandirian dengan modal kepribadian, dan memiliki rasa tanggung jawab.