Jokowi Minta Upaya Pencarian Korban Banjir Garut
Di Posting Oleh : HUMAS BAPPEDA JABAR, Tanggal : 28 Sep 2016 13:49 , Dilihat Sebanyak : 147 Kali

Jakarta – Kepala Staf Presiden (KSP) Teten Masduki mengatakan kinerja tanggap darurat atas bencana banjir bandang di Garut, Jawa Barat, berlangsung cukup baik. Meski demikian, Teten mengatakan Presiden Jokowi meminta Badan SAR Nasional (Basarnas) untuk lebih meningkatkan kinerja, terutama pencarian korban hilang.

Teten mengatakan, kinerja pemda, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Basarnas bekerja cukup baik dalam menanggulangi bencana ini. Bantuan logistik juga terus mengalir.

“Solidaritas dari masyarakat juga banyak. Cuma memang kan ini pencarian korban yang 20 orang kan masih dilakukan oleh Basarnas, karena ini cukup luas jadi memang masih membutuhkan waktu. Tapi Presiden sudah meminta Basarnas melakukan upaya yang lebih, supaya pencarian korban bisa lebih (optimal),” kata Teten saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (26/9/2016).

Teten mengatakan, upaya lebih yang harus dilakukan Basarnas tentu harus melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat.

“Tentu. Dengan melibatkan masyarakat, SAR-SAR di masyarakat kan juga. Ini kan (pencarian korban) dari hulu Cikapandayan sampai ke Jati Gede, itu kan sangat luas. Jadi memang Presiden berikan arahan pencarian korban ditingkatkan,” katanya.

Teten juga mengatakan, Presiden Jokowi meminta agar perhatian jangka panjang juga dilakukan di kawasan garut, terutama di sungai-sungainya.

“Presiden juga berikan perhatian mengenai penyelesaian jangka panjang supaya banjir seperti di Garut ini tidak terulang lagi. Ini kan selain pemulihan kawasan daerah aliran sungai, termasuk juga kerusakan alam yang di hulunya. Itu kan di Garut sendiri itu datanya LHK itu 40 persen di hulu sungai itu memang rusak. Misalnya kemiringan 45 derajat itu sudah ditanamin sayur, ya sudah terjadi erosi,” jelas Teten.

Lalu, apa langkah pemerintah untuk atasi kerusakan di hulunya?

“Ya itu nanti akan dicanangkan pasca tanggap darurat. Kementerian LHK, Kementerian PU dan Kementerian Pertanian akan buat action plan bersama untuk pemulihan kawasan itu,” jawab Teten.

Teten juga mengatakan, rencananya Presiden Jokowi akan berkunjung ke Garut terkait banjir bandang ini. “Nanti, setelah tanggap darurat,” katanya.