Jokowi Minta Opsi Bangun Rusunawa untuk Korban Banjir Garut Dikaji Mendalam
Di Posting Oleh : HUMAS BAPPEDA JABAR, Tanggal : 27 Sep 2016 15:44 , Dilihat Sebanyak : 19 Kali

Jakarta РPresiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan Menteri PUPR dan Bupati Garut untuk merelokasi korban banjir bandang yang rumahnya sudah tidak bisa diperbaiki. Salah satu opsi yang digodog adalah pembangunan rusunawa untuk para korban banjir Garut.
“Nanti kan relokasi sudah disiapkan untuk warga yang memang tidak mungkin lagi rumahnya dibangun di pinggir kali. Dan kita juga sudah koordinasi dengan bupati dan Menteri PU untuk mencari lahan untuk pembangunan,” kata Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki di Kompleks Istana Kepresidenan, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (27/9/2016).

Teten menyebutkan, Menteri PUPR sudah menawarkan untuk membuatkan rusunawa yang khusus menampung korban banjir Garut yang rumahnya sudah tidak bisa diperbaiki lagi. Namun, Presiden meminta opsi pembangunan rusunawa ini dipertimbangkan secara mendalam. Jangan sampai nantinya malah rusun yang telah dibangun kosong karena warga enggan dipindahkan.

“Pemerintah pusat bisa membangunkan rumah. Kemarin yang sudah ditawarkan oleh Menteri PU adalah pembangunan dua tower rusun dengan tambah rusun yang sudah jadi di daerah Bayongbong. Itu cukuplah untuk merelokasi warga yang rumahnya rusak dan tidak mungkin dibangun lagi di sana,” jelas Teten.

“Jadi lahan bupati sudah memberikan, tapi Pak Presiden minta dibicarakan kembali apakah itu rusun sudah tepat, jangan sampai nanti rusun ini tidak dihuni. Jadi memang saya sudah bicara dengan Pak Menteri PU dan bupati agar dibicarakan dengan warga,” tegasnya.

Saat ini ada 453 KK yang tersebar di sejumlah posko pengungsian. Sebagian besar dari mereka rumahnya hancur dan tidak layak huni lagi.

Sementara itu, hingga hari ini masih ada 20 korban banjir bandang Garut yang belum ditemukan. Menurut Teten, Presiden meminta agar masa tanggap darurat diperpanjang.

“Saya kira ini kan terkait dengan pencarian korban, jadi menurut saya ini (perpanjangan masa tanggap darurat) tepat. Karena masih ada 20 orang yang masih belum ketemu, jadi saya kira Basarnas kerja lebih dalam skala yang lebih besar karena tentu mungkin pencarian sudah bukan lagi di lokasi bencana tetapi sudah di sepanjang aliran sungai Cimanuk. Jadi ini yang bapak Presiden sudah memberikan arahan supaya Basarnas ditingkatkan, termasuk melibatkan rescue dari organisasi-organisasi di masyarakat,” ungkap Teten.¬†