Jawa Barat Usulkan Waduk Cibeet Masuk Proyek Strategis Nasional
Di Posting Oleh : bappeda jabar humas, Tanggal : 22 May 2018 09:54 , Dilihat Sebanyak : 242 Kali

JAKARTA, TEMPO.CO — Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengusulkan rencana membangun Waduk Cibeet pengendali banjir di Karawang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional yang kini tengah dievaluasi pemerintah.

“Kita akan sarankan ini masuk Proyek Strategis Nasional, PSN, karena memang paling siap, Ada beberapa PSN yang belum siap, ini bisa diusulkan (menggantikan) sebagai yang paling siap,” kata Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa di Bandung, Senin, 21 Mei 2018.

Iwa mengatakan, pemerintah provinsi Jawa Barat juga mendukung rencana membangun Waduk Cibeet ini yang tengah dipersiapkan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakayt (PUPR). Dukungan tersebut diberikan karena Waduk Cibeet dianggap sangat bermanfaat.

Menurut Iwa, Waduk Cibeet ini diproyeksikan mempunyai daya tampung hingga 60 juta meter kubik. Air waduk tersebut akan dimanfaatkan untuk irigasi lahan sawah seluas 1.900 hektare, dan sumber air baku dengan kapasitas debit 5 meter kubik per detik.

Cibeet diharapkan menjadi pemasok air baku untuk Karawang dan sekitarnya, yang selama ini mengandalkan pasokan air baku dari kanal Tarum Barat. “Bukan hanya untuk kawasan industri, tapi semuanya. Mungkin ini bisa menjadi SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) sendiri dengan kapasitas 60 juta meter kubik,” kata Iwa.

Iwa mengatakan, tahun ini BBWS Citarum tengah menuntaskan sejumlah dokumen untuk memulai persiapan lelang konstruksi bendungan tersebut. “Apabila ini selesai, maka pelaksanaan fisik akan masuk di 2019. Bisa dipercepat,” kata dia.

Kepala BBWS Citarum, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat, Yudha Mediawan mengatakan, Waduk Cibeet fungsinya untuk mengendalikan banjir di Karawang. “Sekarang ini proses untuk Larap atau Land Acquisition And Settlement Plan, jadi nanti untuk das pembebasan lahan di sana. Kedua sertifikasi untuk bendungan dari Komisi Keamanan Bendungan, ketiga Amdal. Tahun ini prosesnya. Kalau itu rampung semua, tahun 2019 bisa dilakukan lelang untuk konstruksinya,” kata dia di Bandung, Senin, 21 Mei 2018.

Yudha mengatakan, ada revisi dari studi awal waduk tersebut. “Kurang lebih 60 juta meter kubik nanti genangannya. Itu bisa untuk areal irigasi bar di dekat situ untuk 1.900 hektare sawah, plus air dengan debit 5 meter kubik per detik untuk air baku PDAM dan industri. Kemudian pengendali banjir di Karawang hilir dan di Muaragembong, Bekasi, dan sekitarnya,” kata dia.

Yudha mengatakan, tapak bendungan Waduk Cibeeet yang diusulkan jadi Proyek Strategis Nasional nantinya berada di Cariu, Kabupaten Bogor. Sementara daerah genangannya masih menunggu hasil studi Larap waduk Cibeet. Pembangunan fisik bendungan diperkirakan memakan waktu hingga 3 tahun. “Dana pembangunannya berasal dari APBN, sekitar Rp 1,9 triliun itu konstruksi saja. Kalau tanah lain lagi, itu menunggu hasil dari apraissal,” kata dia. (Ahmad Fikri)