Jabar Terjunkan Tim Pemeriksa Kesehatan Hewan Kurban
Di Posting Oleh : bappeda jabar humas, Tanggal : 22 Aug 2017 15:54 , Dilihat Sebanyak : 39 Kali

INILAH, Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyebar petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban jelang hari raya Idul Adha 1438 H. Tim Pemeriksa Hewan Kurban ini dikerahkan guna memastikan kesehatan hewan kurban di Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan secara simbolis melepas para petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (22/8/2017). Sebanyak 200 petugas ini merupakan perwakilan petugas yang akan disebar di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat.

Petugas yang akan memeriksa kesehatan hewan kurban ini terdiri dari masyarakat umum, relawan, dokter hewan, mahasiswa fakultas kedokteran hewan dan unsur lainnya.

“Ini tradisi kita tiap tahun selalu melepas tim kesehatan,” kata pria yang akrab disapa Aher, usai melepas tim pemeriksa kesehatan hewan kurban, di Gedung Pakuan, Kota Bandung.

Aher menyatakan, setiap tahunnya, tim pemeriksa hewan kurban ini bertugas untuk memeriksa penyebaran hewan kurban di Jawa Barat. Nantinya, hewan kurban yang lolos tes kesehatan akan diberi label kesehatan dan kelayakan untuk kurban.

“Kalau sehat dikasih kalung sehat dan layak. Jadi masyarakat beli hewan kurban yang ada kalungnya,” ujarnya.

Meski diakuinya tidak mungkin seluruh hewan kurban di pelosok Jabar bisa diperiksa, namun ia meyakini dengan sosialisasi dan pendampingan dari tokoh masyarakat, akan mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk membedakan kesehatan dan kelayakan hewan kurban dari ciri fisiknya.

“Dimohon kepada masyarakat untuk membeli hewan kurban yang sudah dinyatakan sehat, tentu ini tidak menyeluruh ke pelosok Jabar, tetapi diusahakan ada yang kalung sehatnya, kalau layanan kita tidak masuk ke pelosok, dimohon masyarakat cermat melihat (kesehatan) hewannya, karena bisa terlihat secara fisik,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat Dewi Sartika menuturkan, pihaknya kini mewaspadai peredaran hewan kurban sakit, terutama hewan yang terpapar antraks dan penyakit menular lainnya.

Untuk itu, pihaknya menyebar tim pemeriksa kesehatan hewan kurban untuk memastikan hewan kurban yang dijual kepada masyarakat adalah hewan yang sehat dan layak dikurbankan.

“Terus ada juga di setiap kabupaten/kota ada 50-60 orang petugas. Jadi cukup banyak,” ujarnya.

Dewi melanjutkan, tim yang terdiri dari berbagai latar belakang, mulai dari DKM masjid, masyarakat umum dan lain-lain sebelumnya telah dilatih tiga hingga empat hari untuk menguasai teknis pemeriksaan hewan kurban.

Kemudian, selain menurunkan petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban, pihaknya juga melakukan pengecekan di jalur-jalur distribusi hewan kurban. Seperti di Banjar dan Gunung Sindur.

“Kita ketat sekali. Kalau (hewan kurban yang masuk) tidak ada surat kelayakan dari kab/kota asalnya, kita tidak perbolehkan masuk,” tandasnya.

Hal tersebut disebabkan, Jawa Barat masih mengambil pasokan hewan kurban dari sejumlah daerah, mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan daerah lainnya di Indonesia.

Sementara itu, ia mengatakan, pada pelaksanaan Idul Adha 1438 H ini, diprediksi terjadi peningkatan jumlah hewan kurban di Jawa Barat. Kenaikan sendiri akan terjadi berkisar 5 hingga 10 persen.

“Kalau yang estimasi hewan kurban di Jabar itu kurang lebih sekitar 806 ribu sekian, ternaknya, ada sapinya 116 ribu, kemudian kerbaunya 3.200, jumlah ternak dombanya 600 ribuan, kambingnya 92-93 ribuan,” jelasnya. (Dea/Ito)