Jabar Targetkan Investasi Rp100 Triliun
Di Posting Oleh : HUMAS BAPPEDA JABAR, Tanggal : 19 Dec 2014 02:40 , Dilihat Sebanyak : 23 Kali

Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat, menargetkan angka investasi pada tahun 2015 sebesar Rp100 triliun. Target tersebut dinilai realistis, lantaran setiap tahun investor yang datang ke Jabar selalu mengalami peningkatan.

Wilayah Jabar sendiri memiliki daya tarik bagi investor baik dalam maupun luar negeri. Meskipun baru saja terjadi kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), upah minimum kabupaten/kota serta kenaikkan tarif daya listrik, Jabar tetap menjadi primadona investor.

“Berkaca dari capaian target 2013 dan 2014 yang dianggap baik. Iklim investasi di Jabar pada 2015 mendatang semakin baik dengan lahirnya BPMPT yang merupakan badan baru hasil penggabungan Badan Koordinasi Promosi dan Penanaman Modal Daerah (BKPPMD) dan Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT),” tutur Kepala Badan Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu (BPMPT) Jabar Dadang M. Masoem kepada wartawan di kantornya, Jalan Sumatera, Kota Bandung, Kamis (18/12/2014).

Dia mengaku optimis mampu mencapai target mendatangkan investasi sebesar Rp100 triliun. Terlebih, berbagai hambatan investasi terutama menyangkut perijinan mampu diminimalisir setelah dua badan ini disatukan oleh Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan pada 3 November 2014 lalu.

“Selama ini kan tersendatnya investasi akibat perizinan yang berbelit-belit. Dengan disatukan, proses perizinan bisa dipantau secara langsung,” kata dia.

Kedepan, pihaknya akan mempromosikan potensi setiap kabupaten/kota untuk memenuhi target investasi tersebut. Dengan begitu, Dadang berharap, akan banyak investor yang melirik dan menanamkan modalnya di Jabar.

“Selama ini investasi di Jabar didominasi oleh sektor industri kendaraan bermotor dan transportasi, listrik, dan elektronik,” kata Dadang.

Tak hanya itu, para invostor juga banyak yang melirik investasi dalam bidang makanan, minuman, serta jasa dan pariwisata. Sementara untuk menanamkan modalnya di Jabar berasal dari sejumlah negara Asia seperti Korea Selatan, Jepang, dan Tiongkok.

“Kalau dari negara timur tengah seperti Dubai, Qatar Turki dan lainya itu tertarik investasi di bidang Gheotermal. Kita terus komunikasi agar dari timur tengah menanamkan modalnya di Jawa Barat,” ucap dia.

Ditempat yang sama, Kepala Bidang Pengendalian BPMPT Jabar Rina Mutmainah realisasi investasi hingga akhir 2014 mencapai 68 triliun. Dari jumlah tersebut investasi asing yang masuk ke Jabar mencapai Rp 48 triliun. Sedangkan jumlah penanaman modal dalam negeri sebesar Rp 13,8 triliun.

“Dari jumlah investasi sepanjang 2014 ini, mampu menyerap sedikitnya 239.016 tenaga kerja. Jumlah ini yang tercatat dari Januari sampai September. Dan banyak perusahaan yang tidak melaporkan (serapan tenaga kerja),” tutur dia.

Rina menambahkan, dari 27 kabupaten/kota di Jabar, Bekasi dan Karawang menjadi daerah yang paling diincar investor. Pihaknya mencatat, investasi di Bekasi mencapai 19,6 persen dari nilai keseluruhan di Jabar. Disusul Karawang dengan 16,4 persen dan Sukabumi 9,3 persen.

“Yang UMK-nya besar, berarti proyeknya juga besar,” ungkapnya.