Jabar dan LIPI berencana Terapkan Teknologi Plasma Nanobubble di DAS Citarum
Di Posting Oleh : bappeda jabar humas, Tanggal : 20 Sep 2019 14:38 , Dilihat Sebanyak : 27 Kali

BANDUNG, BAPPEDA JABAR – Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Rapat Pengembangan Teknologi untuk Meningkatkan Kualitas DAS Citarum di Ruang Sidang B, Kantor Bappeda Provinsi Jawa Barat, Jl. Ir. H. Juanda No. 287, Jumat (20/09).

Rapat ini diselenggarakan dalam rangka menindaklanjuti Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum, diperlukan upaya penerapan ilmu dan teknologi khususnya yang dapat membantu percepatan pemulihan kualitas air.

Rapat ini dipimpin oleh Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat M. Taufiq Budi Santoso dan didampingi Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Ady Rachmat beserta jajarannya.

Dalam rapat dijelaskan mengenai peranan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) untuk pelaku pada rencana aksi PPK DAS Citarum dan penjelasan teknologi plasma nanobubble untuk meningkatkan kualitas Sungai Citarum.

Menurut Anto Tri Sugiarto, Teknologi Plasma Nanobubble yang dikembangkan Balai Pengembangan Instrumentasi, LIPI. Teknologi tersebut terdiri dari dua sub-sistem, yaitu: Plasma Generator dan Nano Bubble Generator. Nano bubble generator berfungsi untuk menambahkan oksigen terlarut dalam kolom air sebanyak 22 meter kubik per jam sehingga dapat mengaktifkan mikroorganisme pengurai yang hidup di kolom air maupun sedimen.

Plasma Nanobubble sendiri membantu menguraikan bakteri penyebab bau, setelah itu bekerja untuk memberikan oksigen sehingga ekosistem dapat hidup kembali. Selain itu, pemulihan kualitas air degan konsep ecoparian tersebut dilakukan bersama-sama oleh pemerintah, dunia usaha dan masyarakat berfungsi sebagai quick win atau small win untuk menunjukkan bahwa perbaikan kualitas air sungai dan danau dulakukan dalam waktu relative singkat.

Teknologi ini juga sudah diterapkan di Kali Sentiong atau Kali Item, Jakarta dan Danau Maninjau, Sumatera Barat. Keduanya berhasil diterpakan dan mampu membuat Kali item menjadi kali yang tidak berbau seperti sebelumnya.

Kepala Bappeda berharap teknologi ini bisa segera diterapkan di DAS Citarum. “Ini produk dalam negeri, harus dioptimalkan dan dimanfaatkan karna cukup membanggakan dan sudah terbukti kualitasnya.” Tutur Taufiq.

Ia menambahkan draft MoU nota kesepahaman sudah disiapkan jika kedepan kerja sama antar Pemerinta Provinsi Jawa Barat dengan LIPI berlanjut. Ruang Lingkup Nota Kesepakatan ini meliputi:

  1. Penelitian, pengkajian, dan pengembangan serta pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan;
  2. Peningkatan kompetensi sumber daya manusia;
  3. Penerapan hasil penelitian dan pengembangan teknologi;
  4. Pengkajian dan pelaksanaan pengembangan wilayah terpadu sesuai dengan daya dukung sumber daya alam dan lingkungannya;
  5. Koordinasi penelitian dan pengembangan serta peningkatan kualitas penelitian dan aplikasinya; dan
  6. Kerja sama lainnya yang disepakati oleh PARA PIHAK.

Taufik berharap setelah diskusi ini, ada pertemuan lanjutan membahas soal teknis yang lebih detail berkenaan dengan teknologi dan rancangan kegiatan beserta anggaran yang diperlukan.

“Kita harus memiliki rencana besar dan menjadi bagian rencana aksi Citarum, jika berlanjut target tahun 2020 harus sudah diimplementasikan” Pungkasnya.