Jabar – Australia Selatan Implementasikan Kerjasama Sister Province
Di Posting Oleh : bappeda jabar humas, Tanggal : 10 Apr 2017 08:43 , Dilihat Sebanyak : 29 Kali
Dokumentasi Humas Jabar

BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menerima rombongan delegasi Australia Selatan urusan perdagangan, investasi, dan industri pertahanan, yang dipimpin langsung Menteri perdagangan dan industri Martin Hamilton-Smith.

Kedatangan rombongan ini bertujuan untuk mengimplementasikan kerja sama Sister Province antara Jawa Barat dan Australia Selatan.

Sejumlah agenda yang dilaksanakan diantaranya peletakan batu pertama Public Art Work, serta penandatanganan Implementating arrangement antara dinas dan lembaga.

“Kita bersyukur pada hari ini kita bisa melangsungkan berbagai penandatanganan kerjasama antara para pihak di Jawa Barat, dan Australia Selatan di berbagai bidang. Hitung punya hitung kerjasama sister province ini sudah 20 tahun, sekarang kita lebih hidupkan lagi, sering berkunjung kita juga sering lakukan dari Australia Selatan ke Jawa Barat, begitu pula sebaliknya,”Kata Ahmad Heryawan di Lapangan Gasibu, Senin (03/04/2017).

Adapun Public Artis Work yang dirancang memiliki konsep “Passage of Sound”, atau Perlintasan Bunyi, sebuah karya seni rupa interaktif, yang akan segera didirikan di salah satu pojok Lapangan Gasibu.

Dengan konsep tersebut diharapkan karya seni ini dapat menjadi instalasi interaktif yang dapat menghibur masyarakat secara aktif serta menjadi penambah estetika pada Ruang Terbuka Umum.

Adapun peletakan batu pertama instalasi seni tersebut dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan beserta Menteri Perdagangan Australia Martin Hamilton Smith.

“Pembangunan Public Art Work ini bertujuan untuk membangun identitas visual dari kerja sama sister province yang diharapkan dapat menginspirasi aktivitas dalam ruang lingkup kerja sama lainnya. Hasil akhir dari proyek ini adalah instalasi seni visual yang akan dibangun di Lapangan Gasibu Bandung, Jawa Barat,” Ungkap Aher.

Karya seni tersebut merupakan kolaborasi dari seniman kontemporer asal Jawa Barat Arin Dwihartanto Sunaryo dengan Steven Cybulka dari Australia.

Adapun Karya seni yang akan menjadi landmark baru di Lapangan Gasibu ini pun dibangun menggunakan logam yang biasa digunakan untuk membuat instrumen gamelan saron, yakni kuningan dan perunggu.

Sementara wujud dari bangunan seni ini akan dibentuk layaknya tugu yang membentuk formasi grafik resonansi atau gelombang bunyi. Jika dipukul, akan menghasilkan bunyi tangga nada tradisional sunda, yakni da mi na ti la da, serta bunga tangga nada lainnya.

Sementara penandatanganan Implementating Arrangement dilakukan antara Dinas Perpustakaan Daerah Jawa Barat dengan SA State Library, TAFE SA dengan Islamic Fashion Institute, dan Ironwood dengan IPDN.

Adapun semua tujuan kerjasama yang dilakukan adalah untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui:

a. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan program pemagangan dan pelatihan nelayan asal Jawa Barat yang telah dilaksanakan oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat bersama Australian Maritime and Fisheries Academy (AMFA).

b. Peningkatan kualitas implementasi riset ilmiah ke dalam kebijakan publik melalui program Joint Research yang dilaksanakan oleh BP3IPTEK Provinsi Jawa Barat dengan Flinders University, Australia Selatan

c. Promosi komoditas ekspor unggulan Jawa Barat melalui exhibition dan business forum.

d. Peningkatan ketahanan lingkungan hidup Jawa Barat melalui pendekatan seni, budaya dan pariwisata yaitu kegiatan promosi ecotourism, kampanye pelestarian kawasan ruang terbuka hijau dan peningkatan kualitas sarana pariwisata geopark. Kegiatan ini diinisiasi oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat secara kolaboratif dengan Adelaide Festival Center Trust, Australia Selatan.

e. Adopsi program Premier’s Reading Challange menjadi West Java Leader’s Reading Challange yang bertujuan untuk meningkatkan budaya literasi di kalangan siswa-siswi Jawa Barat. (Humas Jabar)