Iriawan Gagas Pembangunan Jalan Layang Pasirkoja-Pasupati & Pusat Olahraga di Jabar
Di Posting Oleh : bappeda jabar humas, Tanggal : 21 Aug 2018 08:59 , Dilihat Sebanyak : 63 Kali

BANDUNG, HUMAS JABAR – Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Iriawan menggagas pembangunan proyek jalan layang dari Pasirkoja ke Pasupati di Kota Bandung. Apabila ini terwujud bisa menjadi salah satu solusi pemecah kemacetan.

Iriawan mengaku pihaknya telah berkomunikasi dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu di Jakarta. Namun, dirinya belum presentasi secara detail tentang gagasannya itu kepada Menteri PUPR.

Hal tersebut diungkapkan Iriawan dalam sambutannya saat hadir dalam acara Pengajian Rutin Pejabat Eselon Pemda Provinsi Jawa Barat usai Shalat Shubuh di Masjid Al Muttaqin Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Senin (20/8/18).

“Waktu yang tersisa buat saya (menjadi Pj. Gubernur Jabar) satu bulang kurang, akan saya manfaatkan maksimal untuk pengabdian saya kepada Jawa Barat yang saya cintai ini,” ujar Iriawan.

“Saya mempunyai gagasan akan membangun jalan layang dari Pasirkoja sampai dengan Pasupati. Secara khusus saya sudah lapor ke Menteri PUPR, beliau secara eksplisit menyanggupi. Tapi saya belum paparan di depan beliau,” terangnya.

Jalan layang ini diharapkan akan menjadi pemecah kemacetan terutama dari jalur Selatan ke wilayah Utara dan Tengah di Kota Bandung. Selain itu, kata Iriawan, jalan layang ini bisa menjadi kebanggaan dan ikon tambahan kota berjuluk Kota Kembang ini.

Jalan layang ini rencananya akan dibangun sepanjang 15,3 km dengan anggaran yang dibutuhkan kurang lebih Rp 6 Triliun. Namun, skema pembiayaan tidak akan menggunakan dana APBN ataupun APBD.

“Rupanya ada investor yang percaya kepada saya. Dia (investor) akan bangunkan tapi memang median jalannya punya provinsi atau kota. Ini perlu dikawal biar di dalam kota ada tol layang 15,3 km,” tukas Iriawan.

“Kita tidak mengeluarkan uang tapi kita dapat manfaatnya, kemudian menjadi ikon. Mohon didoakan,” ajaknya.

Pusat Olahraga Jabar 

Pada kesempatan ini, Iriawan juga sempat menyinggung soal keinginannya Jawa Barat memiliki pusat olahraga terpadu seperti Jakabaring di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Hal ini terkait tidak tercantumnya nama Jawa Barat dalam nomenklatur perhelatan Asian Games 2018 Jakarta Palembang.

“Secara khusus kami memang bertemu dengan Bapak Erick Thohir, bahwa permohonan maaf kepada masyarakat Jawa barat berkaitan dengan nama nomenklatur Jakarta Palembang Asian Games,” ungkap Iriawan.

Dalam pertemuan dengan Ketua Indonesia Asian Games Organizing Committee (Inasgoc) Erick Thohir tersebut, Iriawan pun sempat bertanya kepada Erick Thohir soal tidak tercantumya nama Jawa Barat dalam nomenklatur Asian Games 2018.

“Kenapa tidak ada Jawa Baratnya? Saya bertanya kepada Pak Erick Tohir. Memang dalam panitia Asian Games harusnya satu, seperti Asian Games Seoul, Asian Games Tokyo, Asian Games Bombay. Dua (kota) itu jarang, seperti Jakarta Palembang. Kalau tiga tidak mungkin. Itu nomenklaturnya,” papar Iriawan.

“Kalau di Jakarta memang semua berada di Jakarta, cabornya (cabang olahraga). Palembang pun di Jakabaring, satu kesatuan semua (dipusatkan) di sana (Jakabaring). Kalau di Jawa Barat kan ada di Bandung, Purwakarta, Subang, kemudian Majalengka, Bekasi dan tidak mungkin disebutkan kota semuanya. Jadi, itu kira-kira penjelsan dari Pak Erick Thohir,” jelasnya.

Oleh karena itu, Iriawan mempunyai gagasan untuk membuat pusat kawasan olahraga terpadu seperti Jakabaring di Palembang. Iriawan mengaku dirinya akan koordinasi dengan berbagai pihak terkait mengenai rencana itu, serta akan berkomunikasi dengan Menteri Pemuda dan Olahraga RI.

“Oleh sebab itu, berangkat dari pengalaman ini kemarin saya berpikir kenapa kita tidak buat satu gelanggang olahraga yang terkonsentrasi semuanya ada di situ, seperti Jakabaring di Palembang. Kenapa Palembang bisa tapi Jawa Barat belum bisa?” tutur Iriawan.

“Padahal Gelora Bandung Lautan Api cukup besar, kemudian Jalak Harupat cukup besar untuk bisa menampung cabor-cabor yang ada, sehingga nantinya kalau mungkin nanti ada Olimpiade kita bisa juga mengusulkan untuk ada nama sedikit satu nama diantara Kota Jakarta yang ada. Itu gagasan saya,” pungkasnya.