Ini Bagian Tol Cisumdawu yang Bisa Digunakan Mudik Lebaran 2017
Di Posting Oleh : bappeda jabar humas, Tanggal : 02 Jun 2017 10:49 , Dilihat Sebanyak : 140 Kali
Akses tol Citali/ADANG JUKARDI/PR/AKSES keluar masuk kendaraan menuju jalan tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) di daerah Citali, Kecamatan Pamulihan, sudah dibangun tapi masih berupa tanah, Rabu, 31 Mei 2017. Mengingat sebagian ruas jalan tol Ciumdawu di seksi II (Rancakalong-Sumedang) akan digunakan untuk alternatif arus mudik lebaran tahun ini, sehingga Satker (Satuan Kerja) Jalan tol Cisumdawu akan memperbaiki jalan akses keluar masuk ke jalan tol tersebut dengan membangun jalan beton.

SUMEDANG, (PR).- Sebagian ruas jalan tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) di seksi II Rancakalong-Sumedang, bisa digunakan  untuk mudik lebaran tahun ini. Namun, penggunaannya  bersifat darurat apabila di Jalan Cadas Pangeran terjadi kemacetan kendaraan. Kemacetan itu, di antaranya bisa disebabkan akibat longsor yang menimbun badan jalan.

“Jadi penggunaan sebagian ruas jalan tol di seksi II ini, menjadi alternatif terakhir ketika terjadi kondisi darurat di Jalan Cadas Pangeran. Itu hasil keputusan rapat terakhir bersama Dinas Pekerjaan Umum  Jabar dan instansi terkait lainnya, beberapa waktu  lalu. Penggunaannya pun hanya sebatas untuk menghadapi arus mudik lebaran tahun ini, dari H-7 hingga H+7,” kata Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Bebas Hambatan Cisumdawu, Wida Nurfaida ketika ditemui di kantornya, Rabu, 31 Mei 2017.

Ia menyebutkan,  sebagian ruas jalan  tol Cisumdawu seksi II yang akan digunakan untuk mudik lebaran, dari mulai daerah Citali, Kecamatan Pamulihan tepatnya di depan kampus Unwim  sampai ke daerah Samoja, Kecamatan Sumedang Selatan, tepatnya di dekat patung kuda.  Ruas jalan yang akan digunakan sepanjang 5 km. Jalan tol itu digunakan,  jika tidak ada jalan alternatif lainnya untuk mengatasi kemacetan di Jalan Cadas Pangeran.  “Makanya, penggunaan jalan tol ini menjadi alternatif terakhir dan bersifat darurat saja. Ini pun, atas keinginan pimpinan kami di  Kementerian PUPR,” tutur Wida.

Menurut dia,  ruas jalan tol yang akan digunakan untuk mudik lebaran,  kontruksinya dinilai  aman dilewati mobil-mobil  kecil, walaupun belum maksimal.  Sebab sebelumnya, jalan tol tersebut  tidak disiapkan untuk menampung kendaraan arus mudik. Selain  ada beberapa titik  ruas jalan yang masih perlu perbaikan, juga belum dipasang lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) dan rambu-rambu lalu lintas.

“Senin kemarin, kami bersama Dishub Jabar dan Polres Sumedang sudah melakukan survei lapangan untuk mengecek kondisi ruas jalan tol yang akan digunakan untuk mudik lebaran.  Cuma saya belum tahu, apakah nanti akan ada uji coba dulu?  Untuk masalah uji coba, akan dibahas lagi dalam rapat selanjutnya. Nanti juga akan ada survei lagi ke lapangan,” katanya.

 

Perbaikan beton

Lebih jauh Wida  menjelaskan, sehubungan ruas jalan tol di seksi II akan digunakan untuk kendaraan arus mudik,  sehingga Satker akan melakukan beberapa perbaikan. Misalnya, membangun jalan beton setebal 10 cm untuk  akses  keluar-masuk kendaraan  di daerah Citali, Kecamatan Pamulihan. Pasalnya, kondisi jalannya masih berupa tanah. Permukaan tanahnya pun akan diturunkan sedikit  karena posisinya terlalu menanjak,

“Sekarang juga, kami akan memasang sejumlah  rambu-rambu lalu lintas di sepanjang  jalan tol yang akan digunakan arus mudik. Untuk  lampu PJU-nya, semuanya akan dipasang oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jabar,” ucapnya.

Ia tak memungkiri, penggunaan  sebagian ruas jalan tol Cisumdawu di seksi II, bisa menimbulkan kerugian materi bagi Satker. Itu bisa terjadi apabila kondisi jalan tol mengalami kerusakan akibat dilalui kendaraan. Apalagi pekerjaan proyeknya belum PHO  (penyerahan pertama pekerjaan). PHO-nya baru akan dilaksanakan Agustus nanti. “Tapi mudah-mudahan, tidak sampai terjadi kerusakan. Sebetulnya, jalan tol di seksi II ini, baru bisa digunakan pada mudik lebaran tahun depan,” ujar Wida. (Adang Jukardi)