Indonesia Cyberkids Camp 2016 Masuki Tahap Seleksi Duo Anak Indonesia Terbaik
Di Posting Oleh : HUMAS BAPPEDA JABAR, Tanggal : 01 Aug 2016 14:43 , Dilihat Sebanyak : 51 Kali

Bisnis.com, Bandung.– Indonesia Cyberkids Camp (ICC) merupakan lomba cipta karya dan inovasi oleh anak-anak Indonesia dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), sekaligus mendukung program Bandung Smart City, terutama pada aspek Smart People dan Smart Education.

Melalui rilis yang diterima Bisnis pada Kamis (28/7/2016) dari Humas Institut Teknologi Bandung (ITB) Budi Mulyadi mengungkapkan panitia melakukan seleksi delegasi Indonesia yang babak finalnya berlangsung Kamis (28/7/2016) di ruang serbaguna Lantai 3, Balai Kota Bandung.

Pada tahap ini, dipilih dua orang pemenang ICC yang menjadi wakil Indonesia dalam ajang ASEAN Cyberkids Camp (ACC) pada tanggal 29-31 Juli 2016, di gedung Cyber Security Centre, ITB kampus Jatinangor, dan penganugerahan pemenang di Aula Timur ITB Kampus Ganesha.

Dalam perlombaan ini, anak-anak akan membuat karya berupa animasi, game, atau aplikasi komputer secara mandiri dengan tema yang ditentukan secara acak.

Ketua Umum ICC 2016 sekaligus Direktur Eksekutif CSC ITB Yusep Rosmansyah mengatakan ICC terdiri atas 2 tahap, yaitu tahap pertama anak-anak harus membuat karya dengan Scratch 1.4 programming software for kids, lalu karya tersebut direkam dan ditampilkan di Youtube.

Kemudian, tahap kedua, sepuluh anak dengan jumlah like terbanyak dan sepuluh anak pilihan panitia diundang ke Ruang Serbaguna Lantai 3 Balaikota untuk membuat karya secara instan dan dinilai oleh dewan juri.

Duo delegasi Indonesia terpilih, akan langsung mengikuti lomba tingkat ASEAN (ACC) keesokan harinya.

Yusep mengatakan kegiatan ini dilandasi oleh pentingnya mempelajari dan menerapkan 21st Century Skills bagi anak-anak, sebagai salah satu cara menuju “cyber wellness” dan menghindarkan mereka agar tidak menjadi “cyber victims”.

“Kita menyibukkan mereka dengan kegiatan produktif dan inovatif dalam berselancar dengan TIK, sehingga peluang dan waktu mereka untuk terpapar dampak negatif TIK menjadi lebih kecil,” ujar Yusep.

Yusep menambahkan dengan mengenalkan TIK Kreatif lebih dini, anak-anak akan lebih percaya diri untuk bergaul dan bersaing dengan rekan-rekan sebayanya dari negara maju.

“Khususnya pada saat mereka dewasa dan saat menjadi menjadi pemimpin dan wirausahawan,” ujarnya.

Adapun rangkaian kegiatan ICC/ACC ini didukung oleh Sekretariat ASEAN, Kementerian Kominfo, Kementerian Pariwisata, Pemkot Bandung, KNPI Kota Bandung, dan Forum Wartawan Bandung Juara, serta diselengarakan oleh ITB bekerja sama dengan BRTI, Mastel Academy, SKACI Foundation, Global Network, dan sejumlah sponsor dan media rekanan.