Guru BK Diminta Hadirkan Konsep Diri Pada Anak Didik
Di Posting Oleh : HUMAS BAPPEDA JABAR, Tanggal : 24 Jan 2017 09:24 , Dilihat Sebanyak : 38 Kali

 

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menghadiri pelantikan pengurus Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) Periode 2016-2020 di Auditorium Mas Soeharto Graha Pos Bandung, Jl. Banda No. 8, Kota Bandung, Jumat malam (20/1/17). Di hadapan ratusan Guru BK dari 17 provinsi, Aher pun meminta agar mereka dapat menghadirkan konsep diri pada diri anak-anak peserta didiknya.

Guru BK dipandang memiliki peran khusus menyangkut ketenteraman dan konsep diri pada anak peserta didik. Anak-anak harus hadir dengan konsep dirinya masing-masing. Konsep diri ini terletak pada pemahaman bahwa seorang anak percaya diri pada kemampuan atau potensi yang dimiliki.

“Konsep diri itu pemahaman seseorang bahwa dirinya harus menjadi dirinya sendiri, masa depannya adalah dirinyalah yang menentukan bukan orang yang menentukan. Hati-hati kepada orang tua jangan sampai anak-anaknya menjadi kehendak yang diinginkan orang tua. Biarkan anak hidup pada zamannya,” kata Aher dalam sambutannya.

Aher juga menekankan Guru BK dan orang tua harus memiliki peran dalam menghadirkan pemahaman yang berguna bagi kehidupan anak di masa depannya. Untuk itu, generasi saat ini perlu ditantang mengenai siapa dirinya di masa yang akan datang.

“Guru BK disamping bisa menghadirkan konsep diri anak-anak kita memahami konsep dirinya, ‘siapa aku hari ini?’ Tapi ‘seperti apakah aku ketika aku berumur 20 tahun, 25 tahun dan seterunya?’ Juga ‘seperti apakah aku dikenang oleh manusia setelah meninggal?’ ‘Dengan cara apakah aku meninggalkan alam yang fana ini?’ Itulah konsep diri, tidak semata-mata ada keberhasilan duniawi,” papar Aher.

Untuk itu, pada kesempatan ini Aher juga mengajak tenaga pendidik – tidak hanya Guru BK untuk memberikan kenyamanan pada anak didiknya. Guru BK harus menjadi pelopor hadirnya sekolah yang nyaman bagi anak, sehingga sekolah bisa menjadi rumah kedua bagi mereka.

Sementara itu, pelantikan dilaksanakan berdasarkan SK Majelis Pertimbangan Organisasi MGBK Indonesia Nomor: 230/Kep.001-MPO-MGBK/I/2017 tentang Susuan Majelis Pertimbangan Organisasi dan Pengurus Besar MGBK Indonesia Periode 2016-2020.

Terpilih sebaga Ketua Umum MGBK 2016-2020 yaitu Syamsudin. Dalam sambutannya, Syamsudin mengajak jajaran pengurus MGBK dan para Guru BK se-Indonesia untuk bekerja keras mewujudkan program dan cita-cita Guru BK.

“Teman-teman di lapangan saat ini tidak lagi sampai kebingungan, merancang program seperti apa, panduannya seperti apa. Mulai sekarang teman-teman di lapangan sudah akan melaksanakan karena buku panduannya sudah ada,” tutur Syamsudin.

Pelantikan ini dilakukan dalam rangka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II MGBK Indonesia. Dalam rakernas ini digelar seminar nasional, parade workshop, dan sosialisasi Panduan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Bimbingan dan Konseling. Rakernas ini digelar dari 20 – 22 Januari 2017 dihadiri 455 peserta dari 17 provinsi dan 55 kabupaten/kota di wilayah Indonesia.