Gubernur Jawa Barat Sampaikan Nota Pengantar LKPJ ATA 2020
Di Posting Oleh : bappeda jabar humas, Tanggal : 26 Mar 2021 15:48 , Dilihat Sebanyak : 29 Kali

KOTA BANDUNG – Provinsi Jawa Barat menggelar Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) akhir tahun 2020 di Gedung DPRD Jawa Barat pada Jum’at (26/3). Kepala Bappeda, Ferry Sofwan Arif, turut menghadiri rapat paripurna ini. Turut hadir pula OPD dan anggota fraksi partai politik di Jawa Barat.

Ketercapaian Indikator Makro

Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah gencar melakukan pembangunan di Jawa Barat, meski di tengah pandemi COVID-19. Terdapat peningkatan kualitas manusia yang ditunjukkan dengan meningkatnya capaian IPM Jawa Barat menjadi 72,09 poin. Angka tersebut melebihi capaian nasional dan termasuk dalam kategori tinggi. Tidak hanya itu, Provinsi Jawa Barat juga berhasil menekan laju peningkatan kesenjangan pendapatan yang dapat dilihat dari Indeks Gini sebesar 0,398 poin. Provinsi Jawa Barat juga masih menjadi kontributor tertinggi terhadap realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) nasional yakni sebesar 16,7% dan secara umum menjadi peringkat pertama nasional kontributor tertinggi realisasi PMA+PMDN sebesar 14,6% dengan nilai investasi sebesar 120,4 Triliun Rupiah dan Inflasi mampu dijaga pada angka 2,18%. Juga meningkatnya tingkat pengangguran terbuka menjadi sebesar 10,46% dan persentase penduduk miskin sebesar 8,43% yang dipicu penurunan aktivitas produksi di beberapa lapangan usaha sebagai dampak pandemi COVID-19.

Ketercapaian Indikator Utama Daerah

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga berhasil meraih prestasi pada tahun kedua kepemimpinan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum, yakni tercapainya 29 Indikator Kerja Utama (IKU) Daerah dari target yang ditetapkan. Tercermin dari ketercapaian IKU Daerah yang memberi gambaran tentang ukuran keberhasilan pencapaian Visi dan Misi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2018-2023. Pencapaian tersebut merupakan prestasi kolaboratif dari seluruh lapisan masyarakat di Jawa Barat.

Pembangunan Infrastruktur Strategis

Pada sektor pembangunan pun Provinsi Jawa Barat berhasil mengakses Program Pemulihan Ekonomi Nasional, meskipun kebijakan penganggaran dialihkan untuk penanganan COVID-19. Tercatat 29 proyek strategis di sektor kesehatan, ekonomi dan infrastruktur terus dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat selama tahun 2020. Adapun pembangunan infrastruktur strategis yang terus dilaksanakan di masa pandemi diantaranya pembangunan rumah sakit, fly over dan jalan, pembangunan creative center, pengembangan destinasi pariwisata tipe dua, penataan alun-alun, pembangunan command center, revitalisasi aset pemprov, serta pembangunan masjid.

Rumah sakit yang dibangun sebagai wujud optimalisasi layanan kesehatan di masa pandemi, yakni RS Al Ihsan dan Gedung di RSUD Jampang Kulon.

Kemudian pembangunan lanjutan jalan layang (fly over) dan jembatan dilakukan pada beberapa kawasan di Kota Bandung, Kota Sukabumi dan Kota Tasikmalaya.

Selain fly over dan jembatan, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat turut membangun pula Creative Center di Kabupaten Sumedang, Kabupaten Purwakarta, Kota Bekasi, Kota Bogor dan Kota Cirebon dalam upaya mengembangkan ekonomi kreatif di Jawa Barat.

Untuk menyelamatkan dan menggeliatkan kembali sektor pariwisata,  Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat membangun dan merevitalisasi destinasi wisata tipe dua, salah satunya di Kabupaten Sumedang. Alun-alun juga tak luput dari penataan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, diantaranya Alun-Alun Kota Cirebon, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Pangandaran. Kemudian Command Center sebagai upaya mewujudkan Jabar Digital Province dibangun di Kabupaten Sumedang. Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga melakukan penataan dan revitalisasi Monumen Perjuangan Rakyat, Gasibu, dan Gedung Kejaksaaan Tinggi Provinsi Jawa Barat di Kota Bandung, serta membangun Masjid di Kota Bandung dan Kabupaten Sumedang.

Penghargaan

Berbagai prestasi yang dihasilkan Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul pada akhirnya berhasil memboyong 3 penghargaan internasional, 55 penghargaan dari Pemerintah Pusat, dan 16 penghargaan dari lembaga non pemerintah.