Geopark Ciletuh Penuh Kriteria Taman Bumi Dunia Versi UNESCO
Di Posting Oleh : bappeda jabar humas, Tanggal : 17 Jan 2018 08:37 , Dilihat Sebanyak : 112 Kali

BANDUNG, INILAH KORAN — Geopark Ciletuh yang berkedudukan di Kabupaten Sukabumi, dianggap telah memenuhi kriteria sebagai Taman Bumi Dunia (Global Geopark) yang oleh UNESCO. Namun pengukuhan Global Geoparks Network (GGN) ini masih menunggu sidang Executive Board yang akan dilaksanakan pada 4-17 April 2018.

“Karena dianggap sudah memenuhi kriteria, selanjutnya pengukuhan menunggu hasil sidang Unesco pada April 2018. Sambil menunggu, kita semua mengisi waktu dengan menggenjot promosi baik di luar maupun dalam negeri,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat, Ida Hernida saat diwawancarai pada Selasa (16/1/2018).

Ida menuturkan, saat ini kegiatan promosi Ciletuh tengah diperluas hingga ke kawasan Eropa. Upaya ini juga menjadi sangat penting, karena Geopark Ciletuh tak hanya memiliki keistimewaan dari sisi biodiversity namun juga kekhasan budaya dan etnik tradisinya yang berbeda dari geopark lainnya.

“Akhir tahun lalu di Ciletuh sudah dilaksanakan pagelaran budaya dan pengenalan beragam sisi kearifan lokal yang ada disana. Saat ini kami perwakilan dari Disbudpar Jabar juga tengah berada di Belanda untuk mempromosikan Geopark Ciletuh kepada internasional,” tambahnya.

Kendati sudah mendakati fase penilaian terakhir, pembenahan di kawasan Ciletuh juga masih terus berlanjut. Selain membuka akses baru yang lebih mudah dari Pantai Loji, Pantai Palangpang, hingga Ujung Genteng, pihaknya juga terus melakukan eksplorasi berbagai hasil kerajinan etnik setempat. Termasuk juga kesiapan masyarakat saat menyambut kedatangan para wisatawan yang diprediksi akan semakin meningkat di 2018.

Banyak destinasi wisata yang ditawarkan disana. Selain pantainya yang eksotia, Geopark Ciletuh juga menawarkan komposisi indah antara pegunungan hijau, air terjun dan perkampungannya yag masih orisinal. “Luas Ciletuh mencapai 126.000 hektar mhkai dari Ujung Genteng hingga Cisolok. Banyak keindahan yang wajib dipromosikan kepada dunia,” katanya.

Ida juga merinci, Pemprov Jabar telah mengalokasikan dana APBD sebesar Rp 300 miliar untuk mendukung pembangunan fasilitas serta imfrastuktur menuju Ciletuh. Secara keseluruhan bajet tersebut menggunakan APBD Jabar tahun 2016 dan 2017.

Sementara itu, Bio Farma yang sejak awal mendukung pengukuhan Ciletuh sebagai sebagai Global Geopark, telah menerima apresiasi dalam bentuk surat resmi dari Global Geopark Network (GGN) yang ditanda tangani Guy Martini, Sekjen GGN yang berkantor pusat di Paris.

“Pihak sana telah menyampaikan apresiasinya kepada Bio Farma atas dukungannya pada UNESCO Global Geopark Project di Indonesia. Kolaborasi ini menjadi bukti kerjasama baik antar sektor dengan masyarakat sekitar sehingga pemberdayaan dan pengembangan kawasan Geopark berjalan optimal,” ujar R.Herry, Kepala Divisi Pengelolaan Lingkungan dan Sosial Bio Farma.

Pihak Guy juga menambahkan, bentuk kerjasama antara Bio Farma dengan Geopark Ciletuh Pelabuhan Ratu dapat dijadikan sebagai percontohan. Bahkan upaya ini bisa menjadi pilot project dari keterlibatan sektor swasta dalam menciptakan dan mengembangkan Geopark yang sehat di Indonesia.

 

“Kami menyambut positif dan bangga dengan keputusan bahwa Geopark Ciletuh Palabuhanratu memenuhi kriteria sebagai Taman Bumi Dunia (Global Geopark) oleh UNESCO, kami telah menginisiasi Pengembangan Geopark Ciletuh Palabuhanratu sejak awal,” beber Herry.

Dijelaskannya, dalam proses menuju geopark global, BUMN tersebut telah mendukung berbagai aktivitas positif. Satu diantaranya yang diupayakan Bio Farma, yakni memberdayakan masyarakat lokal dengan mensubstitusi pekerjaan penambang ilegal menjadi pelaku usaha dan pekerja di bidang Geo Wisata.

“Tak hanya pengembangan lingkungan di kawasan Geopark CIletuh Palabuhanratu, kami juga mendukung pengembangan Geo Wisata, pengembangan desa binaan, hingga home stay,” katanya.

Herry juga menambahkan, perusahaan pelat merah tersebut juga turut menggali aspek keanekaragaman budaya setempat melalui Batik ramah kingkungan, Batik Pakidulan, serta promosi dan sosialisasi Geopark Ciletuh Palabuhanratu. Bahkan, pihaknya juga melakukan pendampingan proses pengajuan dan evaluasi Global Geopark Network, termasuk bersinergi dengan komunitas lokal.

“Dalam aspek Bio diversity Bio Farma juga berperan aktif dalam pelestarian Flora dan Fauna di kawasan Ciletuh seperti penanaman pohon mangrove, penanaman pohon kepuh, serta program konservasi dalam bentuk peningkatan keanekaragaman hayati di Suaka Marga Satwa Cikepuh,” pungkasnya. (Dini)