Festival Film Jawa Barat Jadi Ajang Sineas Lokal untuk Unjuk Gigi
Di Posting Oleh : bappeda jabar humas, Tanggal : 14 Dec 2017 10:20 , Dilihat Sebanyak : 52 Kali

TRIBUNJABAR.CO.ID — Jawa Barat memiliki ratusan komunitas film. Untuk menampung dan mangapresiasi karya sineas dari berbagai komunitas film, Pemprov Jabar memfasilitasi mereka dengan mengadakan Festival Film Jawa Barat (FFJB). Para sineas memperlihatkan kemampuannya membuat film pendek dalam festival ini.

“Mereka percuma berkarya bila tidak ada ruangnya. Disparbud memberikan ruang menyuarakan aspirasinya,” ujar Tim Kreatif FFJB, Budi Roy kepada Tribun Jabar usai Konferensi Pers FFJB di Gedung Sate, Rabu (13/12/2017).

Budi mengatakan bahwa banyak karya sineas lokal Jawa Barat tidak terhimpun dan tidak punya media distribusi karya mereka. Dengan adanya festival ini, diharapkan menjadi wadah para sineas untuk unjuk gigi. Festival ini juga dikhususkan untuk sineas lokal Jawa Barat. Budi mengatakan ada beberapa komunitas film di luar Jawa Barat yang ingin mengikuti festival ini, namun mereka terpaksa harus ditolak.

“Total film ada 289 film kategori umum, 33 video musik, dan 74 di tingkat pelajar,” ujarnya.

Ada tujuh kategori penghargaan yang diperebutkan, yaitu film kategori umum terbaik, film kategori pelajar terbaik, penulis cerita terbaik, sutradara terbaik, kameramen terbaik, poster terbaik dan video musik terbaik. Panitia juga tidak membatasi tema yang akan diangkat setiap sineas. Hanya saja durasi film tidak boleh lebih dari 23 menit. Beberapa nominasi pun akan membawa pulang hadiah uang. Total hadiah yang diperebutkan dalam festival ini sebesar Rp 150 juta.

Para sineas mengumpulkan filmnya sampai tanggal 20 Oktober 2017. Kemudian seleksi tingkat BKPP dilakukan pada 30 November 2017 hingga 8 Desember 2017. Pameran film akan dilaksanakan pada 15 Desember 2017 di Taman Budaya Bandung. Sedangkan pengumuman pemenang dilaksanakan pada 16 Desember 2017.

Para juri yang menilai terdiri dari sineas dan seniman berpengalaman. Mereka adalah Tommy F. Awuy (seniman) , Aria Kusumadewa (sutradara), Nur Hidayat alias Monod, Gito Kasilo (Dosen), dan Tya Subiakto (juri video musik). (Theofilus Richard)