Ekspor Meningkat, Ekonomi Jawa Barat Tumbuh 6,02 Persen
Di Posting Oleh : bappeda jabar humas, Tanggal : 09 May 2018 08:39 , Dilihat Sebanyak : 110 Kali

BANDUNG, PIKIRAN RAKYAT — Didorong kinerja industri pengolahan dan konsumsi rumah tangga, Badan Pu­sat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat perekonomian Jawa Barat selama triwulan I-2018 tumbuh sebesar 6,02%. Catatan tersebut jauh di atas raihan ekonomi ­nasional yang tumbuh 5,06%.

Kepala BPS Jabar Dody Herlando me­nuturkan, pertumbuhan terjadi pada hampir semua lapangan usaha kecuali pertanian, kehutanan dan perikanan, pertambangan dan penggalian, serta peng­adaan listrik dan gas yang meng­alami penurunan.

Jasa perusahaan me­ru­pakan lapa­ngan usaha yang memiliki pertumbuhan tertinggi sebesar 11,29%, diikuti real estat 10,18%, dan kons­truksi 9,79%.

Struktur perekonomian Jabar menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku pada triwulan I-2018 masih didominasi oleh tiga lapangan usaha utama yaitu industri pengola­h­an sebesar 42,58%, perdagangan besar-eceran dan reparasi mobil-sepeda motor sebesar 14,78%, serta perta­nian, kehutanan dan perikanan sebesar 9,16%.

”Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Jawa Barat triwulan I-2018 (yoy), industri pengolahan memiliki sumber pertumbuhan tertinggi yakni sebesar 3,19%, diikuti perdagangan besar-eceran dan reparasi mobil-sepeda motor (0,80%), serta konstruksi (0,76%),” katanya, di Bandung, Senin 7 Mei 2018.

Adapun dari sektor industri yang mendorong catatan tersebut adalah sektor tekstil, otomatis, mesin, dan elektro­nika yang juga tecermin dari kinerja eks­por.

Dari sisi penge­luaran, pertumbuhan positif terjadi pa­da seluruh komponen, de­ngan pe­nge­luaran konsumsi LNPRT memiliki pertumbuhan positif ter­tinggi yakni sebesar 18,15% disusul oleh ekspor barang dan jasa 6,71%, pembentukan modal tetap bruto 6,16%, pengeluaran konsumsi peme­rintah (4,96%), dan pe­ngeluaran konsumsi rumah tangga (4,82%).

”Aktivitas permintaan akhir, yang diperkirakan didorong fenomena pilka­da, masih didominasi komponen pe­ngeluaran konsumsi rumah tangga yang mencakup lebih dari separuh PDRB Ja­wa Barat sehingga mendorong akselera­si pada triwulan I-2018,” katanya.

Nasional

Sementara itu, di tingkat nasional, BPS merilis pertumbuhan ekonomi nasional triwulan I tahun 2018 mencapai 5,06%. Angka tersebut didorong oleh pertumbuhan produk domestik bruto di semua lapangan usaha.

Kepala Badan Pusat Statistik Suha­ri­yanto mengatakan, pertumbuhan eko­nomi tersebut lebih tinggi diban­dingkan dengan triwulan I tahun 2017 sebesar 5,01%. Angka tersebut juga lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016 dan 2015 yang ma­sing-masing sebesar 4,94% dan 4,83%.

”Ini merupakan indikator yang cukup positif. Kita berharap pertumbuhan eko­nomi terus mengalami peningkatan setiap triwulannya sehingga pertumbuhan ekonomi tahun 2018 mengalami pe­ning­katan cukup signifikan. Apalagi pa­da triwulan berikutnya ada mo­men-momen yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi seperti puasa dan Lebaran, Asian Games, serta pilkada,” ujarnya saat konferensi pers di Jakarta, Senin 7 Mei 2018.

Akan tetapi, angka pertumbuhan tersebut mengalami penurunan diban­dingkan dengan pertumbuhan ekonomi triwulan IV tahun 2017 sebesar 5,19%.

”Jika dibandingkan antartriwulan memang sering kali dipe­ngaruhi faktor musiman karena pada tahun-tahun sebelumnya pertumbuhan ekonomi triwulan I memang lebih rendah dibandingkan de­ngan triwulan IV tahun sebelumnya,” ucapnya.

Menurut Suhariyanto, pertumbuhan ekonomi tersebut dipicu oleh produk domestik bruto di  semua lapangan ­usaha yang tumbuh positif. Hal itu terutama sektor transportasi dan ke­uang­an serta informasi dan komunikasi. Sementara sektor pertambangan hanya mengalami pertumbuhan 0,74%.  ”Namun, angka tersebut lebih baik dibandingkan triwulan I tahun 2017 yang sempat mengalami kontraksi,” tuturnya.