Dukung Orang Sunda Berdiaspora, Aher Hadiri Pelantikan Pengurus Formas Sunda Ngumbara NTB 
Di Posting Oleh : HUMAS BAPPEDA JABAR, Tanggal : 17 Jan 2017 10:50 , Dilihat Sebanyak : 20 Kali

KOTA MATARAM, NTB – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menyaksikan pelantikan Pengurus Forum Komunikasi Masyarakat Tatar Sunda Pangumbaraan (Formas Sunda Ngumbara) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Periode 2017-2022 oleh Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Formas Sunda Ngumbara Jaka Bandung. Pelantikan ini juga dihadiri langsung Gubernur NTB Tuan Guru Haji (TGH) Muhammad Zainul Majdi di Gedung Utama Taman Budaya Provinsi NTB, Jl. Majapahit Kota Mataram, NTB, Minggu malam (15/1/17).

Pelantikan ini berdasarkan Surat Keputusan Nomor: 17/SKPP/FKMTSP/I/2017 tentang Kepengurusan Forum Komunikasi Masyarakat Tatar Sunda Pangumbaraan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sebagai Ketua Umum Formas Sunda Ngumbara NTB Periode 2017-2022 yaitu Josep Miradja. Josep adalah warga NTB asal Jawa Barat yang sudah mengembara ke NTB sejak 1965 lalu.

Gubernur Ahmad Heryawan pun menyambut baik atas dilantiknya kepengurusan Formas Sunda Ngumbara NTB ini. Dia juga menyakini masih banyak masyarakat Sunda yang ada di berbagai daerah lainnya di Indonesia. Untuk itu, Aher ingin masyarakat Sunda yang ada di perantauan manapun bisa memiliki kehidupan yang baik, serta diharapkan mampu memberikan kontribusi untuk pembangunan di daerah perantauan.

“Tentu saja saya ingin berpesan kepada masyarakat NTB asal Jabar, NTB asal Jabar baik itu etnis Sunda, ataupun etnis Jawa Cirebon, ataupun etnis Melayu Bekasi atau Depok itu adalah warga Jawa Barat. Saya berpesan untuk tentu hidup dengan kehidupan yang baik disini, berdampingan dengan masyarakat setempat,” tutur Aher dalam sambutannya.

“Dan kemudian bahu-membahu membangun bersama-sama masyarakat Nusa Tenggara Barat,” tambahnya.

Untuk itu, agar bisa berkontribusi dalam pembangunan daerah perantauan, warga Jawa Barat dimanapun berada diminta agar bisa melebur dengan masyarakat setempat. Hal ini tak akan sulit, karena warga Jawa Barat dikenal sebagai masyarakat yang ramah.

“Hadirkan sesanti masyarakat Jabar, silih asah, silih asih, silih asuh disini dengan baik. Karena dari sisi tabiat keetnisan, Jawa Barat banyak dipuji oleh etnis-etnis yang lain, atau masyarakat yang lain karena keramahtamahannya. Hampir dipastikan bahwa etnis warga Sunda, warga Jawa Barat yang ada di berbagai provinsi belum pernah ada persoalan-persoalan keamanan,” tukas Aher.

“Oleh karena itulah, kami bangga dengan masyarakat Jawa Barat atau masyarakat NTB asal Jabar yang ada disini,” tambah Aher yang juga Ketua Dewan Pembina Formas Sunda Ngumbara.

Jawa Barat dan NTB seakan memiliki kerterikatan bathin sejak dahulu. Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi mengatakan, provinsi yang dipimpinnya saat ini pernah juga dipimpin oleh Gubernur dengan latar belakang warga Jawa Barat, H. R. Wasita Kusumah kelahiran Tasikmalaya, 10 Agustus 1929. Wasita Kusumah menjadi Gubernur NTB selama dua periode, yaitu 1968-1973, dan 1973-1978.

“Gubernur kedua Nusa Tenggara Barat itu adalah juga dari Tatar Sunda, Gubernur NTB kedua itu adalah Bapak Wasita Kusumah. Beliau menggantikan Ruslan Tjakraningrat. Dan setelah beliau tidak kurang-kurang putra Sunda yang terus berkiprah untuk memajukan Nusa Tenggara Barat, termasuk sampai sekarang banyak yang menemani saya, baik pejabat struktural maupun fungsional di Pemprov NTB,” cerita Zainul Majdi.

Zainul juga menegaskan bahwa dengan hadirya Gubernur Jawa Barat pada kesempatan ini sebagai sebuah bentuk penegasan. Penegasan terhadap sesuatu yang paling berharga dimiliki bangsa Indonesia dengan beragam etnis atau suku dan budayanya.

“Menurut saya yang paling penting dari kehadiran beliau (Gubernur Aher) ini adalah sebagai bentuk penegasan, bahwa yang kita lakukan saat ini adalah menjaga sesuatu yang paling berharga yang kita miliki sebagai bangsa Indonesia, itulah silaturahim dan persaudaraan diantara kita semuanya,” pungkas Zainul Majdi.

Orang Sunda atau warga Jawa Barat yang ada di NTB berdasarkan data yang ada mencapai 1.800-an orang. Mereka ada di sekitaran Kota Bima hingga Kota Mataram, sementara di Kota Bima sendiri ada sekitar 150 orang Sunda bermukim disana. Namun, diyakini warga Jabar yang ada di NTB bisa mencapai puluhan ribu orang dengan berbagai latar belakang dan profesi.

“Silih asah, silih asih, silih asuh, silih wawangi. Semua apa yang kami lakukan seperti ini berkat kerjasama warga Sunda yang ada di NTB,” ungkap Kang Josep.

Sebelum Formas Sunda Ngumbara, Paguyuban Masyarakat Sunda di NTB sudah ada sejak 1967 dengan dibentuknya Paguyuban Eka Warga Jabar. Hingga saat ini, ada juga paguyuban lain seperti Pasundan dan Viking Lombok.

“Forma Sunda Ngumbara ada adalah untuk memayungi semuanya, termasuk Paguyuban Masyarakat Sunda yang sudah ada,” kata Ketua Umum PP Formas Sunda Ngumbara Jaka Bandung.

“Acara ini ada untuk bersilaturahim dan bukan masalah politik, kita tidak menggiringkan warga untuk masalah politik. Karena yang penting buat silaturahim dan untuk meningkatkam keterikatan, tali persaudaraan kita,” lanjutnya.

 
Punten Kapayunan, Aher: Masyarakat Sunda Harus Berani!
Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mendorong warganya agar bisa terus berdiaspora. Masyarakat Jawa Barat diharpkan mampu mengembangkan diri ke luar Jawa Barat agar mendapatkan peluang peluang kehidupan yang lebih baik.

Agar hal ini terwujud, warga Jabar harus memiliki keyakinan diri untuk mampu bersaing dengan masyarakat lainnya. Untuk itu, masyarakat Sunda atau Jawa Barat dituntut memiliki keberanian dalam berbagai bidang kehidupan.

“Orang-orang Jawa Barat sebenarnya sudah ada dimana-mana. Hanya saja tingkat keberaniannya harus dimunculkan lebih jauh lagi. Karena biasanya masyarakat Jawa Barat itu kadang-kadang ramahnya terlalu ramah sehingga sering dipojokkan yang lain,” ujar Aher dalam pelantikan Formas Sunda Ngumbara Provinsi NTB.

“Sesekali ketika diperlukan kita berbicara, ‘mangga tipayun’, boleh begitu. Tapi hal yang lain ketika kita harus berlomba dengan kebaikan yang kita tuju, sesekali juga kita harus ngomong kepada masyarakat yang lain, ‘punten kapayunan’,” ajaknya.

Melalui keberanian ini, masyarakat Sunda diharapkan akan mampu bersaing dengan masyarakat lainnya. Terlebih di era globalisasi saat ini, dimana kita dituntut agar mampu mempertahankan diri melalui potensi yang dimiliki. Sementara Jawa Barat memiliki potensi itu, yaitu jumlah penduduk yang besar, SDM yang bermoral dan unggul, serta SDA yang melimpah.

“Pesan terakhirnya, tong baralik deui ka jawa barat da geus hareurin. Nanti kalau sudah sukses, sudah menjadi pengusaha, silahkan ke Jawa Barat bagi-bagi investasi dengan Jawa Barat,” pinta Aher di hadapan ratusan warga Jawa Barat yang hadir dalam acara pelantikan.