DPRD Jabar Bentuk Tim Terkait Kebocoran Soal USBN
Di Posting Oleh : bappeda jabar humas, Tanggal : 29 Mar 2018 11:26 , Dilihat Sebanyak : 486 Kali

BANDUNG, ANTARANEWS JABAR — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat akan membentuk tim khusus untuk menyelidiki dugaan kebocoran soal dan kunci jawaban Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) 2018 di Kota Bandung.

“Teman-teman di Komisi V akan segera bertindak terkait laporan dari Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI), yang melaporkan dugaan kebocoran soal dan kunci jawaban USBN 2018 di Kota Bandung kepada kami kemarin, kami akan bentuk tim khusus,” kata Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat Syamsul Bachri ketika dihubungi melalui telepon, Selasa.

Menurut dia, tim khusus tersebut nantinya akan bertugas untuk mendalami laporan kasus ini supaya tidak terjadi tahun depan karena pihaknya tidak mau mengira-ngira sebelum didapat hasil investigasi.

“Mungkin dalam waktu seminggu tim ini akan bekerja, mencari dari mana sumbernya dan kalau pun ada indikasi kriminal, kita lanjutkan kepada aparat penegak hukum,” katanya.

Dia berpesan kepada para siswa yang menjadi peserta USBN di Kota Bandung agar tidak mudah dengan pihak-pihak yang bisa memberikan bocoran soal dan kunci jawaban USBN.

“Saya berpesan untuk adik-adik peserta USBN yakni adik-adik harus percaya diri, harus jujur, yakin akan kemampuan diri sendiri, jangan mudah tergiur dengan informasi bocoran soal dan kunci jawaban karena belum tentu kunci jawaban yang tersebar di medsos itu 100 persen benar,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Ahmad Hadadi, mengatakan juga akan membentuk tim investigasi ini terdiri atas pihaknya, Dewan Pendidikan, MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah), K3S (Kelompok Kerja Kepala Sekolah), dan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran).

“Untuk saat ini kami fokus di Kota Bandung, tim diberi waktu satu pekan untuk menginvestigasi. Kamu ingin memperjelas isu tentang kebocoran terkait USBN ini. Memang secara resmi, kami belum ada laporan siapa di mana, biar tim mengungkap lebih detail supaya jangan terulang lagi,” kata Hadadi.

Menurut Hadadi, laporan soal kebocoran soal dan kunci jawaban USBN tersebut baru didasarkan pada dugaan dan kasus ini perlu didalami untuk mendapat faktanya sehingga baru lah setelahnya ditindaklanjuti secara administrasi ataupun hukum

Sebelumnya FAGI melaporkan adanya dugaan kebocoran soal dan jawaban USBN 2018 di Kota Bandung kepada DPRD Jawa Barat, soal dan kunci jawaban tersebut didapatkan oleh sejumlah pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas dari sebuah grup WhatsApp.

“Jadi kasus dugaan peredaran bocoran soal dan kunci jawaban USBN ini bermula saat seorang guru di sebuah sekolah di Kota Bandung mendapati sekumpulan pelajar meributkan sesuatu yang tampak di layar smartphone mereka” kata Ketua FAGI Kota Bandung, Iwan Hermawan. (ASJ)