Dana Tanggap Darurat Bencana Pemprov Jabar Rp 108 Miliar
Di Posting Oleh : bappeda jabar humas, Tanggal : 19 Dec 2017 09:39 , Dilihat Sebanyak : 157 Kali

TRIBUNJABAR.CO.ID — Anggaran sebesar Rp 108 miliar disediakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, jika kabupaten dan kota di Jawa Barat membutuhkannya sebagai dana penanganan masa tanggap darurat bencana, termasuk penanganan dampak gempa bumi yang beberapa hari lalu melanda Jawa Barat bagian selatan.

Sekda Jabar sekaligus Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar Iwa Karniwa mengatakan, walaupun kejadian gempa bumi pekan lalu menyebabkan dampak kerugian di sejumlah daerah, mulai Kabupaten Tasikmalaya, Kota Banjar, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Garut, belum ada satupun yang mengajukan dana bencana.

“Sejauh ini belum ada. Dana tanggap darurat kita baru terpakai Rp 26 juta, jadi masih ada Rp 108 miliar. Ini sifatnya stand by, sewaktu-waktu daerah membutuhkan, uangnya ada,” kata Iwa di Bandung, Senin (18/12/2017).

Menurut Iwa, pencairan dana bencana memang tidak sederhana karena harus sesuai aturan dan ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi setiap daerah. Syaratnya adalah penetapan status tanggap darurat, inventarisasi kerugian, dan mengajukan persetujuan kepada Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.

Walaupun dana tanggap bencana belum tentu dibutuhkan, Iwa mengatakan pihaknya kini terus memantapkan kesiapan dan kewaspadaan aparat BPBD. Iwa menjamin kesiapsiagaan personel dan kelengkapan tanggap darurat. “Saya sudah mengecek seluruh kesiapan, semuanya siaga karena bencana bisa datang sewaktu-waktu,” tuturnya.

Iwa mengaku untuk menambal kekurangan jumlah personel BPBD, pihaknya sudah meminta koordinasi dengan BNPB dan BPBD serta para relawan tanggap bencana diperkuat.

“Koordinasi ini akan memperkuat upaya kita dalam mitigasi bencana serta tanggap bencana di lapangan. Jadi dalam menyalurkan bantuan pun kita cepat,” ucapnya.

Kesiapsiagaan ini diperkuat dengan sudah berjalannya pusat pengendalian operasi (Pusdalops) BPBD Jabar. “Staf pusdalops juga standby 24 jam sehari, 7 hari dalam sepekan. Saya berikan apresiasi yang tinggi bagi mereka karena sudah bekerja tanpa lelah,” katanya.

Berdasarkan data terbaru terkait bencana gempa bumi yang menyebabkan kerusakan di 90 kecamatan dan 9 kabupaten atau kota di Jawa Barat, Iwa mengatakan 4.575 rumah mengalami kerusakan, terdiri atas 701 rumah rusak berat, 2.784 rusak ringan, dan 1.090 unit rusak sedang.

“Sarana ibadah ada 56 unit sementara sarana pendidikan 58 unit yang mengalami kerusakan,” ujarnya.

Menurut Iwa, saat ini masih ada 200 warga yang mengungsi di posko Pamarican di Kabupaten Ciamis. Sementara untukĀ  jumlah korban jiwa, ada 2 orang warga meninggal dunia. (Muhamad Syarif Abdussalam)