Buah dan Sayur, Alternatif Hiasan Event Pengganti Bunga
Di Posting Oleh : bappeda jabar humas, Tanggal : 21 Apr 2017 11:08 , Dilihat Sebanyak : 11 Kali
Dokumentasi Humas Jabar

KBB – Satu lagi gagasan unik dikemukakan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Netty Prasetiyani Heryawan. Kali ini, ia menggagas ide untuk mengganti hiasan bunga hidup di acara-acara tertentu dengan hiasan dari buah-buahan dan sayuran segar. Bukan tanpa alasan, ide ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya konsumsi buah dan sayur, sekaligus sebagai peluang bagi peningkatan ekonomi petani buah dan sayur.

Ide tersebut diungkapkannya saat menjadi pembicara pada Teleconference TP-PKK Provinsi Jabar dengan Ibu Negara dalam rangka Peningkatan Ketahanan Pangan Keluarga dengan tema “Gerakan Peran Serta Masyarakat dalam Pemanfaatan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan Keluarga Indonesia”, di Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) Jl. Raya Tangkuban Perahu No.517 Cikole Lembang Kabupaten Bandung Barat, Senin (10/04/2017).

Netty yakin banyaknya perhelatan masyarakat seperti acara pernikahan dan sebagainya, dapat menjadi peluang yang sangat prospektif. Selain dapat mengedukasi masyarakat akan pentingnya nilai gizi buah dan sayuran, dari aspek ekonomi pun akan mendorong petani untuk berlomba-lomba meningkatkan produksi dan kualitas produknya.

“Acara-acara masyarakat, termasuk acara-acara struktural di lingkungan pemerintah provinsi Jawa Barat sudah seharusnya mengangkat tema ini, sehingga masyarakat dapat teredukasi dengan dekorasi yang menggunakan sayur dan buah,” papar Netty ditemui usai acara.

“Secara ekonomi ini bisa menjadi salah satu peluang bisnis baru, sedangkan secara medis akan berdampak pada peningkatan kesehatan masyarakat,” ucapnya.

Netty juga menegaskan, penggunaan sayur dan buah-buahan sebagai dekorasi ini tidak serta merta memupuskan usaha para petani bunga hias. Menurutnya, penggunaan buah dan sayuran maupun bunga dapat disesuaikan dengan segmen dan kebutuhan konsumen itu sendiri, karena ia yakin setiap masyarakat memiliki preferensi yang berbeda pula.

“Tentu tidak semuanya (digantikan). Saya yakin semua orang punya preferensi yang berbeda. Kan tidak mungkin pot sayur disimpan di meja, pasti perlu bunga yang kecil dan sederhana,” ungkap Netty.

“Ini tidak ada urusan geser menggeser atau mengambil rezeki orang lain, tidak ada. Saya hanya ingin mengatakan bahwa pemerintah harus membangun pasar ideologis, dan ini adalah salah satu caranya,” tegasnya. (Humas Jabar)