BI Ingin Jabar Jadi Poros Pendidikan Ekonomi Syariah Di Indonesia
Di Posting Oleh : HUMAS BAPPEDA JABAR, Tanggal : 12 Aug 2016 15:14 , Dilihat Sebanyak : 82 Kali

Bisnis.com, Bandung.- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dan bersinergi dengan para pemangku kepentingan (stakeholders) ekonomi syariah di Jawa Barat untuk dapat mewujudkan Jawa Barat sebagai Poros Pendidikan Ekonomi Syariah di Indonesia.

Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Azka Subhan mengatakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional II Jabar, Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Jabar, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jabar, Forum Komunikasi Dewan Pengawas Syariah (FKDPS) Jabar dan Forum Mahasiswa Silaturahmi Studi Ekonomi Islam (Fossei) Jabar juga telah mendirikan Center for Islamic Economic Studies (CIES).

“Dari mulai pendirian hingga sekarang, CIES telah melaksanakan berbagai kegiatan,” ujar Azka pada Acara Seminar Nasional Ekonomi Islam 2016 di Bandung pada (10/8/2016).

Adapun kegiatan tersebut antara lain penerbitan Buku Ekonomi Islam “Dari Visi ke Aksi” yang memuat kompilasi tulisan pemikiran Ekonomi Islam oleh para akademisi, praktisi bisnis & keuangan syariah.

Kemudian, peluncuran website CIES, penyelenggaraan FGD Dual Economic System yang diisi oleh para pembicara pakar ekonomi syariah nasional dari kalangan akademisi, praktisi bisnis dan kalangan industri keuangan syariah.

Selain itu, dilakukan juga penelitian pemetaan potensi Pesantren di Jawa Barat sebagai lembaga alternatif pengembangan ekonomi masyarakat berbasis syariah.

Terdapat juga program PUSPA yaitu Pendampingan UMKM Syariah oleh Praktisi dan Akademisi yang bertujuan untuk melakukan pendampingan kepada UMKM Syariah dengan tenaga pendamping oleh mahasiswa yang sudah terlebih dahulu dibina oleh akademisi dan praktisi.

“Pada tahun 2016, Program PUSPA telah kembali dilaksanakan dengan perluasan program,” ujarnya.

Adapun jumlah mahasiswa pendamping program PUSPA ditingkatkan dari 30 mahasiswa pada tahun 2015 menjadi 120 mahasiswa pada tahun 2016 ini. Waktu pendampingan juga ditingkatkan dari 1 bulan menjadi 2 bulan. Selain itu, dia menambahkan jumlah UMKM yang didampingi juga meningkat dari 20 pelaku usaha menjadi 40 pelaku usaha.

Azka mengatakan jumlah kampus yang terlibat juga bertambah dari 3 kampus pada tahun2015 menjadi 6 kampus pada tahun 2016 antara lain Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati, STIE Ekuitas, Universitas Padjajaran (UNPAD), Universitas Islam Bandung (UNISBA) dan Telkom University.

“Pada tahun 2015, program PUSPA telah dilaksanakan dengan baik. Hasilnya, para mahasiswa mampu memberikan kontribusi signifikan selama pendampingan dan
pengembangan UMKM,” ujarnya.

Azka menambahkan hal itu terutama tercermin dalam sejumlah aspek. Beberapa di antaranya adalah aspek penanaman nilai-nilai syariah, pengembangan varian dan
inovasi produk, serta peningkatan kualitas produk dan kemasan. Demikian pula halnya pada aspek pemasaran dan pembukuan keuangan.

“Saat ini, Bank Indonesia juga concern dalam pengembangan ekonomi syariah berbasis pesantren,” ujarnya.

Lebih lanjut, Azka melanjutkan pengembangan ekonomi syariah berbasis pesantren yang dilakukan yaitu pertama adalah peningkatan kapabilitas dan keterampilan pondok pesantren untuk mendukung keberlanjutan kemandirian ekonomi, melalui program penguatan dan perluasan unit bisnis serta pengelolaan keuangan.

Kedua, adalah mendukung peningkatan kemampuan wirausaha di lembaga pondok pesantren. Ketiga adalah menjadikan santri dan alumni pesantren sebagai pionir wirausaha masyarakat.

Keempat adalah menjalin kerjasama antara BI dan pesantren dengan mengembangkan model bisnis yang sesuai dengan kearifan lokal dan karakteristik masing-masing wilayah pesantren. Hal ini untuk turut memberdayakan masyarakat terutama yang berada di sekitar pesantren dalam rangka mewujudkan keuangan yang inklusif dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.

Selanjutnya dalam rangka mengusahakan secara bertahap untuk mewujudkan Jawa Barat sebagai “Poros Pendidikan Ekonomi & Keuangan Syariah di Indonesia”, pada
tahun 2016 ini program pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dikemas dengan bentuk “Program Seribu Seratus”.

Adapun program tersebut yaitu Program PUSPA dengan melibatkan 120 mahasiswa sebagai pendamping UMKM Syariah, pekan Pelatihan Edukasi Ekonomi Keuangan Syariah & Kewirausahaan Berbasis Syariah kepada 1.000 santri Pesantren di Jawa Barat.

“Pada akhirnya pengembangan ekonomi syariah membutuhkan kerjasama dan fungsi koordinasi yang kuat antar seluruh pemangku kepentingan yang ada di dalamnya,” ujarnya.