Banyak Warga Jawa Barat Tewas karena Miras Oplosan, Aher Ingatkan Peran Keluarga
Di Posting Oleh : bappeda jabar humas, Tanggal : 11 Apr 2018 09:41 , Dilihat Sebanyak : 28 Kali

BANDUNG, PIKIRAN RAKYAT — Puluhan warga Cicalengka Kabupaten Bandung tewas akibat minuman keras oplosan. Jumlah ini menyusul maraknya korban tewas akibat miras oplosan yang sebelumnya jatuh di Sukabumi, Bekasi, dan Depok.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan sangat prihatin dan berharap kejadian tersebut yang terkahir kalinya. Untuk itu, Aher mengajak kepada semua pihak untuk terlibat dan konsen terhadap kejadian yang menewaskan para anak muda ini.

“Kita sangat prihatin atas kejadian itu dan ini harus jadi yang terakhir. Saya mengajak semua pihak untuk sangat konsen terhadap urusan ini,” kata Aher, saat apel gelar pasukan operasi praja wibawa di halaman Gedung Sate Bandung, Selasa 10 April 2018.

Dalam rilis yang diterima PR, ia meminta khususnya kepada kepolisian untuk menyelidiki dengan tuntas motif para korban menenggak miras oplosan. Selain itu agar dilakukan pemetaan mengapa bisa terjadi di Kabupaten Bandung yang sebelumnya kasus tersebut sering terjadi di wilayah Jabar bagian utara.

“Mari kita petakan kecenderungan kejadian seperti ini terjadi. Kalau sebelumnya kan di wilayah utara Jabar terus sekarang tiba-tiba ramai di Bandung,” ujarnya.

Aher juga meminta agar semua lembaga bersama-sama mengawasi termasuk lembaga keluarga. Menurutnya, bila anak-anak terdidik dan diawasi keluarga kecil kemungkinan terlibat pergaulan bebas yang dekat dengan minuman keras.

“Yang belum terjadi mari kita jaga bersama-sama. Saya ingin semua lembaga terlibat ya termasuk lembaga keluarga mengawasi anaknya. Kalau anak-anak terdidik di keluarga Insya Allah mereka tidak akan mencari kepuasan sesuai dengan bayangan-bayangan mereka,” kata Aher.

Selain keluarga, pihak sekolah juga agar dapat mengantisipasi terjadinya hal itu. Selain mengajarkan mata pelajaran formal, guru juga harus memberikan tata nilai kehidupan sosial termasuk terus mengingatkan akan bahaya Narkoba dan Miras.

“Saya juga mengajak pimpinan sekolah untuk mengantisipasi ini, tentu di sekolah diajarkan mata pelajaran, disaat yang sama juga tata nilai harus diajarkan termasuk mewanti-wanti akan bahaya narkoba dan miras, di masyarakat juga harus saling mengawasi,” ucap Aher. (Gita Pratiwi)