Bandara Internasional Jawa Barat Ditargetkan Beroperasi Tahun 2018
Di Posting Oleh : bappeda jabar humas, Tanggal : 15 Nov 2017 08:29 , Dilihat Sebanyak : 45 Kali

BANDUNG, KOMPAS.com – Progres pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat ( BIJB) Kertajati, Majalengka, per 5 November 2017 sudah mencapai 67,5 persen. Bandara yang sudah mendapat 3 letters code, KJT ini, ditargetkan beroperasi April 2018.

Direktur Utama PT BIJB Virda Dimas Ekaputra mengatakan, dari tiga paket yang dikerjakan para kontraktor untuk bagian sisi darat, sudah berjalan sesuai rencana.

Bahkan paket satu yang meliputi pembangunan infrastruktur seperti jalan, drainase, lanskap parkir, dan ramp simpang susun oleh  PT Adhi Karya sudah mendekati sempurna mencapai 98,7 persen.

“Untuk area ramp simpang susun ini pengerjaannya sudah mencapai 100 persen. Sisa pengerjaan paket satu akan rampung akhir November ini,” tutur Virda, dalam rilis yang diterima kompas.com, Selasa (13/11/2017).

Untuk paket dua, meliputi pembangunan gedung terminal penumpang yang dikerjakan PT Wijaya Karya (Wika) dan PT Pembangunan Perumahan (PP). Virda mengklaim, progres pembangunnnya telah mencapai 53,8 persen.

Adapun lingkup yang dikerjakan pengembang yakni berupa interior, atap utama, eletrikal and plumbing, atap boarding lounge, bird eye view dan arsitektur kom ACP.

Proses penyelesaian beberapa fasilitas interior terminal tiga lantai ini juga terbilang sesuai jadwal.

Berdasarkan fakta di lapangan, area lantai satu secara fisik sudah mencapai 95 persen. Area tersebut lebih cepat selesai karena dibangun secara pararel dan tidak terpengaruh cuaca.

Fasilitas yang akan diberi PT BIJB di area terminal komersial tersebut adalah aircraft simulator, airport miniatur, tourism galery, quite room, hingga VIP lounge.

“Lounge jemaah umrah dan haji juga sudah disiapkan dengan luasan sampai 1.300 meter persegi,” ungkapnya.

Selain itu, area terminal saat ini tengah fokus pada pemasangan atap yang berada di lantai tiga. Namun, bentangan 96 meter dengan bentuk menyerupai ekor burung merak sebagai ikon bandara memberikan tantangan tersendiri untuk para pekerja.

Sebab struktur atap terminal utama penumpang menggunakan sisten mega span dengan penutup membran. “Elemen yang bersifat elastis ini diambil dari akar dan nilai budaya Jawa Barat,” ujar Virda.

Untuk paket tiga yang meliputi pembangunan gedung operasional yang dikerjakan PT Waskita Karya, progresnya sudah hampir mencapai 90,8 persen.

Adapun pembangunan paket tiga ini meliputi sarana penunjang operasional bandara berupa incenerator, meteorologi, ground water tank, jalan kawasan, sub station, dan perangkat keamanan kebakaran bandara.

Kesiapan fasilitas lain dari BIJB terutama fasilitas bahan bakar pesawat untuk hydrant pit dari Pertamina dipastikan sudah siap 100 persen. Kemudian, pembangunan tower sebagai fasilitas navigasi penerbangan yang dioperasikan Airnav sudah mencapai 82 persen.

“Lainnya fasilitas dari BMKG sudah mencapai 99 persen, penyambung air sudah mencapai 95 persen dan penyambungan listrik mencapai 96 persen,” aku Virda.

Untuk kesiapan runway sepanjang 3.500 meter sudah 90 persen. Dengan panjang runway tersebut, pesawat berbadan lebar semisal boeing 747 dipastikan bisa mendarat dan lepas landas.

“Dengan seluruh kesiapan tersebut April ini kita optimis bisa soft launching sedangkan pertengahan tahun 2018 kita bisa beroperasi,” tandasnya. (PUTRA PRIMA PERDANA)