Apresiasi Pelaksana CSR 2016, Bappeda Jabar Gelar Dinner Meeting
Di Posting Oleh : HUMAS BAPPEDA JABAR, Tanggal : 29 Dec 2016 10:55 , Dilihat Sebanyak : 264 Kali

Bandung, Bappeda Jabar.- Sebagai apresiasi kepada perusahaan yang telah menjalankan program kegiatan Coorporate Social Responsibility (CSR), Bappeda Provinsi Jawa Barat sebagai Tim Fasilitasi CSR Jawa Barat menggelar Dinner Meeting CSR Jabar bertajuk Laporan dan Evaluasi Pelaksanaan CSR Jabar Tahun 2016/2017 di Ruang Sidang Soehoed Warnaen, pukul 19.00 WIB, 28 Desember 2016.

Dipimpin oleh Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat Ir. Yerry Yanuar, MM dan Kepala Bidang Pendanaan Pembangunan Ir. Yuke Mauliani Septina, M.Si kegiatan tersebut digelar bersama sejumlah wakil perusahaan pelaksana CSR Jawa Barat tahun 2016.

Bappeda Provinsi Jawa Barat memberikan apresiasi dan penghargaan kepada perusahaan yang telah berkontribusi dan bersinergi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam membangun Provinsi Jawa Barat melalui program kegiatan CSR. Selain itu, sebagai bentuk evaluasi, Bappeda Provinsi Jawa Barat perlu mengenal lebih jauh program-program dan kegiatan CSR yang telah dilaksanakan oleh perusahaan-perusahaan (Mitra CSR) di Jawa Barat.

Coorporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TJSLP) dan Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) di Jawa Barat adalah sebuah konsep kepedulian perusahaan untuk berkontribusi terhadap masyarakat, agar kehidupan sosial dan ekonominya meningkat, dengan menjaga kondisi lingkungan dalam konteks pembangunan berkelanjutan di Provinsi Jawa Barat.

Berangkat dari mengimplementasi amanat yang terkandung pada Perda Provinsi Jawa Barat No 2 Tahun 2013 tentang Pedoman Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan serta Program Kemitraan dan Bina Lingkungan di Jawa Barat, sampai dengan akhir tahun 2016, telah bergabung 109 Perusahaan BUMD, BUMN dan Perusahaan Swasta menjadi Mitra CSR Jabar.

Sejumlah perusahaan tersebut mewujudkan CSR dengan berbagai bentuk program dan kegiatan seperti pemberian bantuan modal bagi usaha mikro, beasiswa, pelatihan, edukasi, meningkatkan mutu kesehatan, hingga kepedulian terhadap lingkungan. Tujuannya adalah untuk membangun dan meningkatkan kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat Ir. Yerry Yanuar, MM menegaskan bahwa Bappeda Provinsi Jawa Barat sebagai Tim Fasilitasi CSR Jawa Barat berprinsip Rupiah = Nol, yang berarti Bappeda Jawa Barat tidak menerima rupiah sepeser pun dari pelaksanaan CSR di Jawa Barat. Namun, Bappeda Jawa Barat bertanggung jawab untuk mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan CSR di Jawa Barat. Bappeda Jawa Barat akan merekomendasikan program, kegiatan dan lokasi kepada Mitra CSR Jabar secara rinci sebagai pilihan target pelaksanaan CSR.

“Kita tidak menerima sepersen pun, kita hanya menawarkan program dan lokasi, silahkan memilih, tapi ada himbauan dari kami untuk memperhatikan daerah lain selain daerah di sekitar perusahaan. Mungkin bisa diatur proporsinya,” ujar Yerry saat membuka Dinner Meeting.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Pendanaan Pembangunan Bappeda Provinsi Jawa Barat Ir. Yuke Mauliani Septina, M.Si meminta agar perusahaan juga memperhatikan daerah (lokasi) lain selain daerah sekitar. Termasuk daerah yang tidak memiliki kawasan industri.

“Untuk kesinambungan dan keseimbangan wilayah, alangkah baiknya kita berbagi juga, meski lokasinya ada dimana,, bisa membantu daerah lain yang tidak ada industri,” tutur Yuke.

Yuke menambahkan, pelaksanaan CSR di Provinsi Jawa Barat diprioritaskan pada kemanusian dan lingkungan. Terkait jenis pelaksanaannya, terbagi pada program dan non program (charity).

“Program CSR itu ada yang program atau non program (charity), sifatnya charity untuk mendekatkan perusahaan dengan masyarakat. CSR Jabar itu basisnya adalah kemanusiaan dan lingkungan, tentang bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan,” jelasnya.

Selain program prioritas CSR Jawa Barat, terdapat program-program lain yang dapat menjadi program pelaksanaan CSR di Provinsi Jawa Barat, seperti:

  • Sosial, diarahkan pada kegiatan penyelenggaraan kesejahteraan sosial melalui rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial dan perlindungan sosial terhadap Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS);
  • Lingkungan, yang diarahkan pada kegiatan pemberdayaan kondisi sosial masyarakat melalui peningkatan kapasitas, pendidikan lingkungan hidup dan konservasi, pencegahan polusi, penggunaan sumber daya yang berkelanjutan, mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim serta kampanye, proteksi dan pemulihan lingkungan;
  • Kesehatan, yang diarahkan agar seluruh wilayah Jawa Barat dapat menyelenggarakan kesehatan yang memadai, meliputi usaha kesehatan; pembiayaan kesehatan; sumber daya kesehatan; ketersediaan farmasi, alat kesehatan dan makanan; serta pemberdayaan masyarakat;
  • Pendidikan, yang diarahkan untuk mencapai bebas putus jenjang sekolah pendidikan dasar dan menengah, beasiswa serta sarana dan prasarana pendidikan formal, non formal dan informal;
  • Peningkatan daya beli, yang diarahkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengembangan sektor koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah; agribisnis; perikanan; dan pasar tradisional;
  • Infrastruktur dan sanitasi lingkungan, yang diarahkan untuk meningkatkan sarana dan prasarana lingkungan perdesaan dan perkotaan;
  • Sarana dan prasarana keagamaan; dan
  • Program pembangunan lainnya yang disepakati oleh perusahaan, Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Dalam kegiatan tersebut, perusahaan (Mitra CSR Jabar) juga menerima Buku Laporan Kegiatan CSR Tahun 2016 dan Buku Usulan dan Program CSR di tahun mendatang.

Informasi lengkap lainnya, dapat diakses di website csr.jabarprov.go.id