Apel Pagi Bappeda Provinsi Jawa Barat
Di Posting Oleh : HUMAS BAPPEDA JABAR, Tanggal : 25 Aug 2014 14:44 , Dilihat Sebanyak : 96 Kali

Apel pagi/upacara bisa juga sebagai penghayatan untuk mengingat orang-orang yang pernah berjuang dulu, dan kitapun akan berjuang selama seminggu karena tugas menjalankan  pekerjaan selama seminggu. Sehingga betapa pentingnya menghadiri apel pagi setiap hari Senin satu kali dalam satu Minggu.

Dalam apel pagi hari ini, Senin (25/08) Kepala Bappeda Jabar Prof. Dr. Ir. Deny  Juanda Puradimaja., DEA memberikan arahan kepada peserta.

“Untuk itu setiap hari Senin dan tanggal 17 Agustus, saudara harus menyiapkan diri bicara kepada keluarga agar hari Senin dan tanggal 17 Agustus jangan sampai diganggu. Kecuali saudara dapat tugas Dinas keluar dan mengalami musibah” tuturnya.

Secara historis Mendagri memang dibuat aturan seperti tentara, aturan-aturannya mirip seperti tentara. Hari ini kita bukan seorang militer  yang selalu harus mendapatkan “perintah” untuk melakukan sesuatu. Ketika 17 Agustus kemarin harus ada upacara malam renungan ditaman pahlawan, yang menjadi heran kenapa harus selalu mendapat surat tugas untuk menghadiri? Hal tersebut adalah gaya-gaya militer, sedangkan PNS itu Pegawai Negri Sivil bukan militer. Sehingga ketika ada peringatan hari besar seperti 17 Agustus tidak lagi harus datang karna ada surat perintah. Maka dari itu, coba ciptakan suasana tersebut menjadi suasana pelayanan public, suasana sivil, non militer, non perintah-perintah namun kita bergeser pada tugas dan tanggung jawab.

Menghadapi pekan olah raga besok, itu bukan mengenai surat tugas. Sehingga tidak lagi berpikir tentang ditugaskan atau tidak, melainkan seharusnya Bappeda berfikir mengenai apa yang akan kita targetkan menjadi juara.

Efektif

Bappeda Jabar sudah menyepakati untuk bekerja dihari kerja dan periode jam kerja. Artinya kita memiliki lima hari dengan 40 jam/Minggu, hal tersebut sama dengan di Cina, rutinitas itu bisa berarti “berlebih” jika dapat bekerja efektif, dan menjadi “sangat kurang” jika tidak bekerja efektif.

Pada dasarnya semua orang tidak mau untuk bekerja dihari libur. Karna kita belum efektif 100%, maka masih sering acara-acara menjadi mendadak, dan kita membutuhkan orang-orang yang bekerja diluar jam kerja. Ketika mendapatkan undangan melalui pesan singkat tidak perlu lagi menjawab kalau memang tidak bisa hadir. RSJAD (respon segera jika akan datang) artinya, dianjurkan yang menjawab hanya untuk yang bisa memenuhi undangan saja.

“Banyak cara yang bisa diselesaikan untuk bisa berimbang antara keluarga dan tugas kantor. Oleh karena itu kalau ada hal-hal yang penting yang menghalangi tugas, harus memberi kabar dahulu sehingga bisa diselesaikan” tuturnya.