Antisipasi Kerusakan, Bina Marga Jabar Periksa Kelayakan 1.000 Jembatan
Di Posting Oleh : HUMAS BAPPEDA JABAR, Tanggal : 17 Nov 2016 13:54 , Dilihat Sebanyak : 37 Kali

Bisnis.com, BANDUNG—Pemerintah Provinsi Jawa Barat memeriksa detil 1.000 jembatan yang ada di provinsi tersebut mengantisipasi kerusakan menjelang perayaan Tahun Baru 2017.

Kepala Dinas Bina Marga Jabar M Guntoro mengatakan cuaca ekstrem yang melanda Jabar belakangan ini membuat perhatian terjadinya kerusakan tidak hanya difokuskan pada kondisi jalan. Namun berangkat dari putusnya dua jembatan utama di Kota Banjar dan Pangandaran beberapa waktu maka pemeriksaan jembatan mulai dilakukan.

“Saya sudah minta tolong ke rekan-rekan di balai Siaga. Tolong diperiksa jembatan di provinsi ini yang kalau dihitung jumlahnya ada 1.000,” katanya di Bandung, Rabu (16/11/2016).

Menurutnya jembatan di Jabar memiliki total panjang sekitar 12.600 meter beberapa berpotensi rawan rusak karena sekitar 200 jembatan merupakan jembatan lama buatan Belanda. Jembatan lama rata-rata fondasi tengahnya dibangun dengan batu-bata.

“Sekarang rata-rata kiri-kanannya sudah dilebarkan, tapi fondasi bata di tengahnya belum berubah,” tuturnya.

Dia menunjuk jembatan di wilayah Majalengka, Tasikmalaya dan Cianjur menjadi perhatian khusus. Karena jumlah jembatan besar sementara tenaga di balai terbatas, pihaknya meminta pemeriksaan difokuskan pada jembatan lama.

“Kita mendeteksi harus rinci, kemungkinan jembatan rusak ada di seluruh ruas,” katanya.

Namun pihaknya mengakui perbaikan jembatan rusak di Jabar tidak bisa optimal karena keterbatasan dana. Bina Marga tahun ini hanya menganggarkan Rp10 miliar guna melakukan penguatan fondasi terutama jembatan yang kerap digerus air sungai. “Cuma rehab-rehab saja, belum ada yang diganti total, paling ada yang separuh dicor,” tuturnya.

Guntoro mengakui jalur-jalur yang menjadi lintasan kendaraan saat libur akhir tahun berada di kawasan potensi bencana longsor dan banjir. Pemeriksaan dini menurutnya diharapkan bisa mengantisipasi kejadian jembatan putus, amblas dan ambruk.

“Balai milik kementerian juga cadangan bailey-nya terbatas, jembatan putus di Pangandaran kan baileynya pinjam,” paparnya.