Alih Kelola SMA/ SMK, Jadi Sarana Pelestarian Seni- Budaya
Di Posting Oleh : HUMAS BAPPEDA JABAR, Tanggal : 14 Dec 2016 14:36 , Dilihat Sebanyak : 35 Kali

BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan, bahwa alih kelola SMA/ SMK ke Provinsi, akan menjadi sarana dalam mengupayakan peletarian seni -budaya Jawa Barat.

Aher menuturkan bahwa pelestarian seni budaya, akan efektif bila diprogramkan dengan apik, dan salah satunya diupayakan melalui lembaga pendidikan.

“Banyak usulan diantaranya dari Dewan Kebudayaan Jawa Barat, bahwa pelestarian seni budaya itu harus diprogramkan dengan kuat baik secara kultural, ataupun kelembagaan. Nah diantara kelembagaan yang bisa efektif untuk ‘ngamumule’ seni Jawa Barat itu diantaranya adalah lembaga pendidikan,” kata Gubernur Aher, usai membuka Kegiatan Pasanggiri ‘Sanglingan Bentang Jaipongan’ Jugala Raya Tahun 2016, di Gd. AACC (Majestic), Jl. Braga Bandung, Selasa (13/12/2016).

Selanjutnya, sambung Aher, akan dipetakan jenis seni- budaya apa saja di SMA/ SMK di Jawa Barat, sesuai dengan kekhasan, dari mana seni itu berasal.

“Nah di pendidikan itu tadi dibagi zona yah, kan ada sejumlah seni Jawa Barat itu asalnya dari daerah mana, katakanlah tarian A dari kawasan Karawang maka nanti pelestariannya lebih dominan di Karawang. Kemudian kesenian B katakanlah dari Tasikmalaya nanti dominannya di situ. Kita (Jawa Barat) punya 254 jenis seni budaya, ada tarian, musik, dan lain – lain,” papar Aher.

Sementara terkait penerapannya, Aher mengungkapkan bahwa materi seni- budaya akan dijadikan ekstrakulikuler saja. Hal ini Dirinya maksudkan agar tak menjadi beban bagi sekolah, ataupun bagi peserta didik itu sendiri.

Aher percaya, peletarian budaya perlu masuk ke kehidupan masyarakat masa kini secara ‘smooth’, tanpa harus menjadi beban. Artinya budaya harus hidup, tanpa pemaksaan. Justru dengan ‘pembebanan’ dikhawatirkan malah akan mengurangi ketertarikan.

“Jadi gini, mungkin yang paling tepat itu di-ekstrakulikuler-kan, kalau sudah muatan lokal kasian anak- anak, mulok lagi, mulok lagi, kebanyakan nanti yah. Kita kan tidak ingin ada nilai- nilai yang dilestarikan melalui pendidikan itu kemudian membebani, yang penting nilai tersebut hidup. Kalau masuk mulok nanti ada ujiannya ada macem – macem nanti jadi berat kan,” jelas Aher.

Terkait tenaga pengajar, Aher mengaku akan segera melakukan pemetaan.

“Insya Allah pada dasarnya guru- guru kesenian di masing- masing sekolah kan sudah ada, nanti tinggal kita petakan,” ujarnya.

Adapun bentuk pelestarian seni- budaya lainnya, yakni seperti yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yakni, Kegiatan Pasanggiri ‘Sanglingan Bentang Jaipongan’ Jugala Raya Tahun 2016.