Akan Ada Wisata “Pulau Nuh” di Waduk Jatigede
Di Posting Oleh : bappeda jabar humas, Tanggal : 05 Feb 2018 09:11 , Dilihat Sebanyak : 697 Kali

SUMEDANG, PIKIRAN RAKYAT — Kawasan Waduk Jatigede memiliki potensi wisata air yang sangat menarik. Sebuah tempat wisata yang akan dinamai “Nuh Island” akan dibangun di sekitar waduk tersebut.

Nuh Island di sekitar Waduk Jatigede itu diusulkan oleh BUMD Kampung Makmur Sejahtera (KMS) Sumedang. Sejurus dengan itu, Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian, Pengembangan Daerah (Bappppeda) Kabupaten Sumedang kemudian menyetujuinya. Pembangunan Nuh Island tersebut, untuk melaksanakan program KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Jatigede yang menjadi program strategis pemerintah pusat.

Kawasan Ekonomi Khusus adalah kawasan dengan batas tertentu yang tercangkup dalam daerah atau wilayah untuk menyelenggarakan fungsi perekonomian dan memperoleh fasilitas tertentu.

“Kalau kami setuju saja bahkan akan mendukung, jika BUMD KMS akan membuat kawasan wisata Nuh Island untuk menjalankan program KEK Jatigede. Justru itu lebih bagus, kalau kawasan wisata Nuh Island sangat direspons oleh investor luar negeri,” kata Sekretaris Bappppeda Sumedang, Tuti Ruswati, di Sumedang, Sabtu 3 Februari 2018.

Menurut dia, untuk melaksanakan program pembangunan KEK Jatigede, dalam teknisnya memang sudah diserahkan sepenuhnya kepada pihak investor di bawah naungan BUMD KMS. Apalagi jika kawasan wisata itu sangat direspon oleh investor luar negeri. Bahkan, sudah melalui kajian dari konsultan pariwisata internasional.

“Pemkab Sumedang khususnya kami di Bappppeda, hanya memfasilitasi dengan memberikan berbagai kemudahan bagi BUMD KMS untuk mendatangkan investasi guna membangun kawasan wisata tersebut. Bantuan fasilitasinya seperti dengan mempermudah perizinan usaha, memberikan intenstif keringanan pajak, serta mengutamakan pembangunan infrastrukturnya,” ujar Tuti.

Dibangun Oleh Ahlinya

Ketika ditanya konsep pembangunan kawasan Jatigede versi Pemkab Sumedang yang tidak dilirik oleh investor, Tuti mengatakan, pembangunan kawasan wisata Jatigede dengan membangun jalur offroad, lapangan golf, waterboom, dan camping ground, baru sebatas usulan dan konsep awal untuk ditawarkan kepada investor. Apalagi, konsep tersebut belum dibuat DED (detail enginering design).

“Kalau konsep wisata versi pemda tidak dilirik oleh investor dan BUMD KMS memiliki konsep kawasan wisata Nuh Island yang justru banyak direspons investor. Pemkab Sumedang akan mengikuti konsep wisata yang dibuat BUMD KMS. Apalagi kalau konsep wisata tersebut skala internasional,” katanya.

Konsep awal kawasan wisata Jatigede versi pemda yang tidak dilirik investor, kata dia, bisa diubah dengan mengikuti konsep wisata yang dibuat BUMD KMD. Justru Bupati Sumedang Eka Setiawan memilih Direktur Utama BUMD KMS dari pengusaha profesional yakni Hendra Nugraha yang juga Ketua Hipmi Sumedang, supaya program KEK Jatigede bisa dikemas oleh ahlinya (pengusaha profesional).

“Ya syukur kalau BUMD KMS sudah punya konsep wisata Nuh Island untuk menjalankan program KEK Jatigede. Saya yakin kawasan wisata ‘Nuh Island’ ini bisa berkembang, karena didukung dengan BIJB Kertajati di Majalengka dan tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan),” tuturnya.

Kawasan ekonomi khusus

Lebih jauh Tuti menjelaskan, melalui konsep kawasan wisata Nuh Island tersebut, diharapkan program KEK Jatigede yang diamanatkan oleh pemerintah pusat bisa berjalan dengan sukses. Selain bisa menumbuhkan perekonomian daerah, juga bisa menyejahterakan masyarakat.

Pasalnya, program KEK Jatigede menjadi program strategis yang menjadi salah satu dari 6 program KEK di Jabar. Program KEK lainnya, di antaranya KEK Geopark Ciletuh di Kabupaten Sukabumi, KEK Pangandaran, KEK Purwakarta, KEK Cikidang Resort Kabupaten Sukabumi.

“Makanya, kami menaruh harapan besar BUMD KMS bisa mewujudkan kawasan wisata Nuh Island ini dalam menjalankan program KEK Jatigede,” ucapnya. (Adang Jukardi)