Aher Wakaf 500 Al-quran untuk Lapas Kelas III Warungkiara
Di Posting Oleh : HUMAS BAPPEDA JABAR, Tanggal : 17 Nov 2016 15:26 , Dilihat Sebanyak : 22 Kali

KAB. SUKABUMI — Selesai kunjungan di Pelabuhan Ratu dalam rangka kampanye peduli HIV/ AIDS pada kalangan nelayan, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menyempatkan diri melakukan ibadah Shalat Dzuhur bersama ratusan warga binaan, di Lapas Kelas III Warungkiara Kabupaten Sukabumi, Rabu (16/11/2016).

Pada kesempatan itu, Gubernur memberikan tausiyah, atau siraman rohani pada para warga binaan yang juga termasuk sebagai santri Pondok Pesantren Sa’adatuddaaroin yang didirikan di Lapas Tersebut.

Gubernur mengajak para warga binaan untuk taat kepada Allah SWT. Menurutnya ada dua hal yang perlu diperhatikan manusia dalam bertaqwa kepada-Nya. Pertama mengerjakan perintah. Kedua, diam untuk tidak melakukan larangan-Nya.

“Perintah, kita melakukan Shalat, membayat zakat, itu yang harus kita kerjakan. Larangan, jangan mabuk, jangan berzina, jangan mencuri, kita tinggal diam saja tidak usah dilakukan,” Tutur Aher.

“Namun kitalah manusia yang punya hawa nafsu, saat hawa nafsu datang dibarengi bisikan setan, terjadilah maksiat, jadi lebih susah melaksanakan perintah, atau diam untuk tidak mengerjakan larangan?” Kelakarnya.

Aher juga mengajak seluruh warga binaan agar tak lepas dari Al-quran, sebagai pedoman hidup.

“Kitab suci yang membacanya saja dapat pahala ya Al-quran, mari kita baca Al-quran!” Ajaknya.

Dalam membaca Al-quran, sesuai contoh yang diberikan Rasulullah SAW, sebaiknya dibaca paling cepat tiga hari, dan paling lambat satu bulan hatam. Kemudian yang terpenting, dikaji isinya agar dipahami sebagai pedoman hidup.

Dengan urgensi tersebut, Gubernur Aher mewakafkan sebanyak 500 Al-quran bagi Ponpes Lapas tersebut.

“Nanti kalau sudah ada, manfaatkan sebaik – baiknya,” ujarnya.

Setelah menemui warga binaan, Aher pun meninjau sebidang lahan di komplek Lapas tersebut. Pada lahan itu tengah dibangun petakan kandang sapi, rencananya peternakan sapi itu akan dikelola warga binaan sebagai usaha produkrif mereka. Dan untuk menunjang peternakan tersebut, dibagian lahan lainnya, ditanam pula indigofera, yang merupakan tanaman kaya protein, yang sangat baik untuk pakan ternak, sebagai bahan baku pakan ternak.