Aher Bahas Tata Surya dan Alam saat Khutbah Salat Khusuf Gerhana Bulan
Di Posting Oleh : bappeda jabar humas, Tanggal : 01 Feb 2018 09:11 , Dilihat Sebanyak : 43 Kali

BANDUNG, TRIBUN JABAR — Berbagai ayat-ayat Alquran yang menjelaskan mengenai bumi, bulan, matahari, bintang, dan galaksi, menjadi bahasan utama khutbah Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dalam salat khusuf gerhana bulan di Masjid Al Muttaqien di Kompleks Gedung Sate, Rabu (31/1/2018).

Gubernur yang akrab disapa Aher ini mengatakan Alquran menyatakan selama ini benda-benda langit, termasuk bumi, bulan, dan matahari, beredar pada masing-masing porosnya. Pada beberapa waktu tertentu yang disebut gerhana, katanya, ketiga benda langit ini beredar dalam satu garis lurus.

“Ketika melihat matahari dan bulan dalam posisi gerhana, segeralah salat, bertakbir, wirid, bertahmid, beristigfar, kepada Allah. Semoga kehidupan kita seteratur kehidupan semesta ini,” kata Aher dalam khutbahnya.

Aher pun mengingatkan hadirin untuk kembali memelihara lingkungan hidup, di antaranya dengan tidak membuang sampah dan limbah ke sungai serta reboisasi kawasan hulu sungai. Hal ini untuk menyediakan alam yang baik untuk generasi penerus. Saat keteraturan alam terganggu, katanya, maka munculah sejumlah bencana yang tidak diharapkan. Hal ini akibat perusakan alam oleh manusia di muka bumi. Ibadah sunah salat gerhana ini dihadiri ratusan warga termasuk para pejabat dan ASN Pemprov Jabar. Hadir juga Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar dan Sekda Jabar Iwa Karniwa. Aher mengajak masyarakat muslim untuk menyaksikan kejadian alam gerhana bulan, sekaligus melaksanakan salat gerhana, Rabu (31/1/2018) petang.

“Kita dalam Islam disunahkan salat gerhana. Peristiwa alam ini menjadi tanda keagungan penciptanya, disambut oleh kita hambanya yang sangat lemah dengan berdoa kepada Allah, menyucikan dan membesarkan Nama-Nya,” kata Aher di Gedung Sate, Rabu (31/1/2018).

Aher mengatakan peristiwa gerhana pun perlu disaksikan oleh masyarakat sebagai cara pembelajaran terhadap ilmu alam dan mengagumi kekuasaan Maha Pencipta.

“Saya atas nama pemprov mengajak masyarakat melihat gerhana sekaligus salat sunah. Bisa kan sebelum salat kita lihat gerhana dulu dan setelah salat kita bisa lihat lagi gerhana,” katanya. (Syarif Abudssalam)