2.300 Tiket Pembukaan PON XIX/2016 untuk Warga Sekitar GBLA
Di Posting Oleh : HUMAS BAPPEDA JABAR, Tanggal : 14 Sep 2016 09:54 , Dilihat Sebanyak : 43 Kali

BANDUNG,(PR).- Sebanyak 2.300 lembar tiket dikhususkan untuk warga di sekitar Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) untuk menyaksikan opening ceremony PON XIX/2016 Jawa Barat pada Sabtu, 17 September 2016 mendatang.

Ketua Harian PB PON 2016 Iwa Karniwa menuturkan hal itu usai memimpin rapat mekanisme ‎distribusi tiket di Stadion GBLA, Gedebage, Kota Bandung, Selasa malam, 13 September 2016.

“Untuk tiket gratis ke masyarakat, diutamakan masyarakat di daerah GBLA Gedebage. Tadi sudah diserahkan 2.300 tiket untuk masyarakat sekitar GBLA yang langsung kami serahkan kepada Camat Gedebage,” ujar Iwa kepada “PR”.‎

Iwa mengatakan, keputusan tersebut sudah dibahas dengan bidang Promosi dan Dana Usaha (PDU) serta Bidang Acara PB PON terkait distribusi tiket VIP. Dipastikan tiket tidak akan diperjual belikan pada masyarakat namun berdasarkan sistem undangan.

Menurut dia, ada tiga hal yang PB PON amanatkan kepada camat Gedebage saat itu. Pertama, tiket tersebut harus sampai kepada masyarakat di sekitar GBLA, dan setelah mendapat tiket wajib nonton karena tidak semua mendapatkan kesempatan nonton langsung di GBLA. Kedua, karena untuk parkir terbatas maka masyarakat GBLA diupayakan untuk jalan kaki karena dekat atau dengan diatur tersendiri yang jelas jangan sampai macet pada saat pelaksanaannya nanti.

“Dan nontonlah sesuai jadwal di mana sebelum acara sudah ada di lokasi. Selain itu juga agar menyiapkan snack secara mandiri,”ucap dia.‎

Menurut dia, masalah tiket sudah selesai. Pihaknya sudah membagikannya pada masing-masing kordinator dan mulai Rabu, 14 September 2016 sudah bisa dibagikan.

“Masalah tiket Alhamdulillah sudah selesai. Bada isya udah dibagikan, besok tinggal dibagikan,” ujar sekda Jabar itu.

Selain menyerahkan tiket untuk warga sekitar GBLA, kata Iwa, pihaknya pun menyerahkan 1.000 lembar tiket untuk pemerintah Kota Bandung.

Iwa pun menuturkan, undangan pun disebar untuk seluruh provinsi termasuk Jabar terutama untuk atlet yang mengikuti devile sebanyak 3.400 undangan. Selain itu, untuk beberapa keluarga besar olah raga, komunitas Mahasiwa dan pelajar sebanyak‎ 1.700 dibawah kordinasi diskdik Jabar.

Untuk undangan VVIP dan VIP pihaknya akan menyerbarkan 2.000 undangan. Di antaranya dan melaui surat dalam bentuk amplod dan kartu undangan sudah dikirim ke para gubernur dan juga kedutaan.

“Mudah-mudahan semua sudah diinfokan dan pada wakutnya bisa hadir,” kata dia.

Yang pasti, kata Iwa, dari 38.000 total kursi atau tribun stadion yang bisa digunakan yaitu maksimum sebanyak 21.000 karena karena tidak semua titik itu bisa digunakan untuk penonton sesuai dengan kondisi GBLA. Menurut dia, kondiri tersebut dikarenakan area penonton digunakan untuk panggung, operator dan juga pencahayaan.

“Sebagai informasi panggung yang dibuat, kata Kang Aat (Aat Suratin, sutradara pertunjukan kolosal pembukaan PON) ini panggung merupakan panggung terbesar di Indonesia dalam sejarah PON,” kata dia.

Dia menambahkan, bagi warga yang tidak bisa hadir langsung di GBLA, tayangan upacara pembukaan bisa disaksikan langsung siarannya di MNC TV. Selain itu beberapa televisi nasional‎ termasuk TVRI.

Sebelumnya, Ketua PB PON Ahmad Heryawan mengatakan, tiket pembukaan maupun penutupan PON XIX tidak dijual karena terbatas meski banyak permintaan dari masyarakat. Tapi pihaknya mendahulukan undangan bagi VVIP, VIP dan masyarakat di sekitar GBLA. Selain itu undangan Cabor dan kontingen.

“‎Kita dulukan undangan VVIP,VIP, undangan biasa, masyarakat sekitar deket GBLA karena mereka paling dekat, mereka sudah melakukan pengorbanan dan menjadi macet. Lainnya seputar Bandung Raya yang terkait dengan cabor. Jadi berbagai cabor ngambil sekian, kontingen-kontingen, dan peserta upacara,” kata Heryawan yang ditemui di Gedung Negara Pakuan, Senin, 12 September 2016. Menurut dia, tiket tersebut sudah dicetak dan sudah disebar.